Ini Reaksi Terduga Pelaku Penganiayaan Cewek Apartemen Surabaya

  • Whatsapp
pelaku Penganiayaan cewek
Cuplikan rekaman CCTV yang berhasil didapat tim nusadaily.com. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-SURABAYA– Rahardian Zulfikri – yang diduga sebagai pelaku penganiayaan terhadap korban – Anggriani Chintami Ayu Lestari (32) mengancam akan melaporkan balik. 

Dalam wawancaranya, Rahardian, yang dihubungi Nusadaily.com, tidak mau ditelepon. Dia mengaku sedang rakor. “Waalaikumsalam Pak. Chat saya yah Pak, saya masih rakor soalnya,” ujarnya via WhatsApp.

Baca Juga

Dia kemudian bertanya, “Ada apa ya Pak?” Jenengan selaku apa yah Pak ?” ujarnya bertanya balik.

Nusadaily.com, langsung menjawab dan menegaskan kembali sebagai wartawan, dan hendak konfirmasi saja.

Dian, biasa disapa, mengaku bahwa dirinya tidak pernah melakukan penganiayaan. Justru dirinya akan laporan balik, karena HP nya dirusak oleh korban. 

“Saya masih nunggu lawyer saya sama orang Mabes , Insya Allah secepatnya saya ke sana Pak. Dia itu pintar putar balikkan fakta,” ujar Dian.

Dian juga mengakui bahwa korban adalah pacarnya. Dia mengatakan pula bahwa untuk keterangan lebih lanjut wartawan disuruh menunggu lawyer dan saudaranya yang dari Mabes yang akan dihadirkan.

Ditanya soal apa ada kaitan bahwa dia disebut sebut sebagai orangnya Gibran, ? Dia menjawab tidak ada hubungannya. Dia berjanji secepatnya akan menghubungi wartawan dan menyiapkan bukti. Dia menegaskan bahwa dirinya seharusnya yang marah.

Ditanya lagi apa hubungannya dengan Gibran soal bisnis ? Dian menjawab, wartawan tidak perlu tahu urusan pribadinya. 

Terkait kasus itu, dia mengatakan jikalau HP nya sudah selesai maka dirinya akan menunjukkan siapa dirinya. Dia mengaku sebagai orang kecil. “Saya orang kecil Pak. Tapi kalaus aya dituduh tentang hal yang tidak pernah saya lakukan, saya bisa balikkan keadaan Pak. Saya sudah laporan koordinasi juga dengan Kapolsek,” bebernya.

Bahkan kata Dian, korban juga sebenarnya mau menghancurkan karirnya, dan untuk persoalan harga dirinya dia akan bertindak. “Dia pikir dia siapa, mau seenaknya saja. Bisa tanyakan nama saya sama Pak Kapolda Pak,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Anggraini Chintami Ayu Lestari (32) babak belur dianiaya oleh pacarnya sendiri bernama Rahadian Zulfikri. Pria ini mengaku tim inti dari Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Kasus dugaan penganiayaan dilakukan pada Kamis (15/10/2020) dan kasusnya ditangani  Polsek Lakarsantri sesuai LP yang diterbitkan KSPK Aiptu Poerwa Wirawan dengan nomor LP-B/238/X/RES.1.6/2020/RESKRIM/Surabaya/SPKT Polsek Lakarsantri. 

Dugaan lokasi kejadian berada di Apartement Royal City Loft. Sekitar Rabu sekira pukul 22.00 WIB, Dian dan Anggriani masuk ke apartemen. 

“Dia (Pelaku, Red) jemput aku dari apartemen temanku,” terangnya.

Setelah masuk ke apartemen pukul 22.00 WIB, pasangan itu ngobrol santai biasa. Peristiwa penganiayaan berlangsung subuh, Kamis (15/10/2020) setelah diawali cekcok kecil keduanya.

“Aku memang ada keributan kecil. Aku kesel terus tak sengaja HP dia kebanting. Terus aku dibogem di mataku ini,” ujar janda kelahiran Barabai ini.

Anggriani langsung histeris apalagi setelah beberapa kali pukulan sempat mendarat di tubuhnya.

“Dipukul berkali-kali, pertama dipukul di wajah kiriku, kanan pelipis sampai keluar darah segar,” imbuhnya.

Pasca dipukul Anggriani sempat dilarang keluar dari apartemen. Lalu orang diduga pelaku penganiayaan memanggil dua sekuriti apartemen untuk memastikan agar korban tidak keluar dari kamar.  Setelah sekuriti keluar, pelaku ikut keluar sambil mengunci kamar apartemen.

“Aku dikurung, kunci apartemen dibuang di pintu apartemen,” ujarnya. 

Anggriani berhasil keluar karena memecah kaca apartemen. Kebetulan kamarnya menghadap ke jalan. Sehingga dia teriak-teriak minta dibukakan pintu, akhirnya sekuriti naik ke kamarnya.

“Aku telepon taksi minta diantar ke kantor polisi. Awalnya ke Polsek Wiyung, tapi setelah cek alamat, sama penyidik diantar ke Polsek Lakarsantri,” tegasnya.

Anggriani berharap kasus ini diproses. Ia mengaku takut karena orang yang diduga pelaku penganiayaan mengaku terus mengancam apalagi mengaku kenalan Polisi, pejabat, dan Tim Inti Cawali Solo Gibran Rakabuming Raka. (ima/wan)

Post Terkait

banner 468x60