Imbas Pengaduan Timses Mantan Paslon Faida-Vian, KPU Kena Sanksi, Bawaslu Lolos

  • Whatsapp
Momen hujan protes dari Timses paslon yang kalah saat penghitungan hasil pemungutan suara Pilkada Jember tahun 2020 lalu. (nusadaily.com/ Sutrisno).
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Pasangan calon perseorangan Faida – Dwi Arya Nugraha Oktavianto boleh jadi mengalami kekalahan telak di Pilkada Jember 2020 silam.

Namun, tim sukses duet kandidat tersebut yakni Rico Nurfiansyah Ali mengalihkan perburuan atas dugaan pelanggaran etik pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) sekaligus Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jember.

Setali tiga uang, hasil dari upaya pengaduan oleh Rico yang diajukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) juga tidak sepenuhnya sukses.

Hanya sebagian materi pengaduan yang dikabulkan DKPP terkait dengan masalah selisih pencatatan hasil suara berikut kesalahan cetak.

DKPP memutuskan sanksi peringatan keras untuk Ketua KPU Jember Mohamad Syai’in, dan peringatan biasa untuk empat anggota lainnya seperti Ahmad Hanafi, Andi Wasis, Ahmad Susanto, dan Desi Anggraeni.

“DKPP mengingatkan agar teradu lebih cermat ke depan,” terang Ketua DKPP Prof Muhammad dalam sidang kasus ini secara online.

Adapun untuk pengaduan terhadap Bawaslu Jember ditolak seluruhnya. Sehingga, DKPP merehabilitasi nama baik bagi Imam Tobrony Pusaka, Dwi Endah Prasetyowati, Ali Rahmad Yanuardi, Andhika A Firmansyah, dan Devi Aulia Rahim.

Komisioner KPU Tak Sengaja Membuat Kesalahan

DKPP menilai kelima komisioner KPU Jember tidak sengaja membuat kesalahan, namun tetap menjadi pelanggaran kode etik. Oleh karena itulah sanksi yang dijatuhkan hanya berupa peringatan dengan level yang berbeda.

Andi Wasis, Komisioner KPU Jember Divisi Hubungan Masyarakat menyatakan sepenuhnya patuh terhadap putusan DKPP. Selanjutnya digunakan untuk memperbaiki kinerja agar lebih teliti dalam setiap tugas penyelenggaraan pemilu.

“Keputusan DKPP adalah hal yang final. Maka kami akan patuh terhadap putusan itu. Pelaksanaan Pilkada kemarin, KPU Jember sudah melakukan semua tahapan. Apa yang disampaikan pengadu juga telah kami jawab ke hadapan DKPP. KPU Jember akan lebih berhati-hati,” tegasnya.

Imam Tobrony Pusaka, Ketua Bawaslu Jember menyampaikan, segera merehabilitasi nama baik rekan-rekannya dalam jangka waktu paling lambat 7 hari sejak putusan DKPP dibacakan pada Rabu, 5 Mei 2021.

“Alur penanganan dugaan pelanggaran kami lakukan sesuai aturan. Sesuai dengan Peraturan Bawaslu. Saran agar ke depan lebih baik lagi, tentu akan menjadi bahan evaluasi kami untuk lebih berhati-hati,” urai Tobrony. (sut/aka)