IKIP Budi Utomo Siapkan Bantuan Khusus Korban Bencana NTT

  • Whatsapp
Rektor Ikip Budi Utomo
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – IKIP Budi Utomo Malang ikut peduli dengan bencana banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ucapan bela sungkawa diucapkan hingga berbagai upaya meringankan beban korban terdampak dilakukan Perguruan Tinggi di Malang ini. 

Data yang diterima IKIP Budi Utomo berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, per Senin (5/4/2021) pukul 23.00 WIB, sebanyak 2.019 kepala keluarga (KK) atau 8.424 warga mengungsi. Serta 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya terdampak bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga

IKIP Budi Utomo merasakan itu sebuah kondisi yang sangat memprihatinkan. Terlebih bencana alam itu terjadi, ketika Indonesia masih harus berjuang melawan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Langkah Cerdas Rektor IKIP Budi Utomo Bebaskan Uang Pembangunan dan Pendaftaran Putra-Putri Guru Honorer dan Veteran

Siklon tropis berdampak langsung pada delapan wilayah administrasi kabupaten dan kota antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

Total warga meninggal dunia 128 orang selama cuaca ekstrem berlangsung. Bahkan ada 72 orang masih dinyatakan hilang. 

Bencana akibat cuaca ekstrem di beberapa wilayah NTT itu, juga berdampak pada sejumlah kerugian. Ada 1.962 unit rumah terdampak, 119 unit rumah rusak berat (RB), 118 unit rumah rusak sedang (RS) dan 34 unit rumah rusak ringan (RR).

Baca Juga: Pembicara Diskusi Online Bareng Ahmad Sahroni di NusaDaily.com: Founder Tirto.id, Akademisi UB-Unair hingga Rektor IKIP Budi Utomo

Sedangkan fasilitas umum (fasum) 14 unit RB, 1 RR dan 84 unit lain terdampak.

IKIP Budi Utomo sebagai salah satu lembaga pendidikan, yang juga memiliki mahasiswa dari kawasan tersebut, ikut prihatin. Serta menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya.

Baca Juga: Pendaftaran Maba IKIP Budi Utomo Malang Dilakukan Online, Lebih Cepat, Aman, dan Nyaman

Bukan itu saja, kampus yang memiliki ratusan mahasiswa dari kawasan Indonesia Timur ini, langsung bergerak cepat. Itu untuk membantu meringankan penderitaan warga yang terdampak. 

‘’Kami langsung menghubungi berbagai pihak, termasuk alumni IKIP Budi Utomo yang berasal dari kawasan tersebut untuk mengumpulkan bantuan, apapun bentuknya. Nantinya kami akan salurkan ke wilayah bencana,’’ ujar Rektor IKIP Budi Utomo, Dr. Nurcholis Sunuyeko. 

Baca Juga: Jelang Agenda Revisi UU ITE, Keadilan Masyarakat Harus Diutamakan

Rektor juga langsung meminta dilakukan pendataan, terkait mahasiswa atau keluarga mahasiswa IKIP Budi Utomo, yang kemungkinan terkena dampak. 

Jika nantinya ada yang terkena musibah, IKIP Budi Utomo sudah menyiapkan bantuan khusus. 

‘’Bentuknya macam-macam. Bisa diberikan beasiswa, keringanan biaya kuliah atau sampai pada pembebasan. Termasuk bisa saja, kebutuhan mahasiswa yang terdampak itu, akan dipenuhi kampus, selama orang tuanya masih belum bisa memberikan kiriman,’’ tegasnya. 

Bahkan untuk mendapatkan data yang lebih valid, Rektor sudah memerintahkan bagian kemahasiswaan, untuk berangkat ke NTT. Guna menginventarisir kemungkinan bantuan yang bisa diberikan. 

“Yang jelas kami sangat prihatin. Dan berharap seluruh korban diberi kesabaran dan kekuatan. Sementara kami, sebagai anak bangsa, akan terus peduli. Untuk bisa meringankan beban penderitaan korban bencana tersebut,’’ tambah Nurcholis. (wan)