IDI Kutuk Aksi Pengeroyokan Oknum LSM Terhadap Dokter Jaga RSUD Blambangan

  • Whatsapp
Penyeroyokan LSM GMBI
Ilustrasi - Penyeroyokan LSM GMBI terhadap Dokter jaga RSUD Blambangan
banner 468x60

IDI Memberi Dampingan Hukum Dokter Korban Kekerasan

Dokter Hermawan menegaskan, IDI akan memberikan pendampingan hukum terhadap dokter jaga RSUD Blambangan yang menjadi korban pengeroyokan oleh oknum LSM GMBI.

“Jadi IDI itu ada divisi yang membidangi terkait persoalan hukum, pembelaan dan pembinaan terhadap anggota. Tentu jika ada persoalan hukum, sepertu kasus kekerasan yang dialami dokter Kahar, pasti kita dampingi,” tegasnya.

Baca Juga

“Sehari setelah kejadian, tim advokasi IDI sudah mengkonfirmasi seperti apa kronologi aksi kekerasan tersebut. Setelah terkonfirmasi kebenarannya, IDI langsung mengambil sikap,” tambah Hermawan.

Pertanggal 29 Juli 2020, IDI sudah berkirim surat kepada Kapolresta Banyuwangi agar benar-benar serius mengungkap dan menangkap para pelaku kasus kekerasan tersebut.

BACA JUGA: Pengeroyokan Dokter Jaga RSUD Blambangan: Pelaku Diduga Mabuk

“Kita berharap kasus ini bisa segera diselesaikan secara tuntas sesuai aturan hukum dan perundangan – undangan yang berlaku. Agar kasus serupa tidak terjadi lagi dikemudian hari,” tegasnya.

Seperti diketahui, Seorang dokter jaga RSUD Blambangan babak belur akibat dikeroyok oleh sejumlah oknum LSM GMBI, Senin 27 Juli 2020.

Kasus dugaan pengeroyokan ini bermula ketika sekelompok anggota LSM GMBI mengantarkan seorang pasien untuk berobat ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Blambangan, Senin malam, 27 Juli 2020.

“Dari laporan korban inisial dr. K, pasien yang dibawa GMBI ini sudah dilakukan tindakan medis. Kemduian rekomendasinya dilakukan rawat jalan. Karena kondisi pasien membaik sehingga tidak perlu rawat inap,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin.

Namun dari pihak GMBI menolak dilakukan rawat jalan dan meminta agar si pasien dirawat inap. “Sehingga terjadi cekcok dan akhirnya terjadi pengeroyokan dan penganiayaan terhadap dokter jaga,” ungkap Kapolresta. (ozi)