Rabu, Januari 19, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaRegionalHujan Tiga Jam di Lereng Bromo Sebabkan Banjir di Dringu Probolinggo

Hujan Tiga Jam di Lereng Bromo Sebabkan Banjir di Dringu Probolinggo

NUSADAILY.COM – PROBOLINGGO – Dua desa yakni Dringu dan Kedungdalem di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, terendam banjir, Rabu (1/12/2021) malam. Pantauan Nusadaily.com hingga pukul 20:53 Wib, ketinggian air bervarasi. Di dusun Srinem dan Dusun Loan, Desa Kedungdalem, misalnya, ketinggian air mencapai 20 sentimeter. Sedangkan dusun Gandean, Desa Diringu, mencapai pinggang orang dewasa.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Air yang meluap dari bantaran Sungai Kedungdalem, masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 18.45 WIB. Banjir sendiri terjadi akibat hujan deras selam tiga jam di kawasan lereng Gunungunung Bromo. Debit air yang tinggi mengalir melalui sejumlah daerah irigasi termasuk Sungai Kedungdalem.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa itu. Meski demikian sejumlah warga mulai mengantisipasi kemungkinan terburuk dari banjir kali ini. Di antaranya mulai menyelamatkan barang-barang berharga untuk dipindahkan ke tempat lebih aman, sampai memasang tanggul-tanggul penahanan air.

Tanggul dibuat alakadarnya dari karung dan pasir itu dipasang di depan pintu masuk halaman maupun rumah mereka. “Khawatir, luapan air makin tinggi dan masuk dan menggenangi rumah,” ujar Mahfud, warga setempat.

Budiono, juga warga Dringu menjelaskan, luapan air sungai ini akibat jebolnya tanggul penahan air sungai di Dusun Gandean. “Tanggulnya jebol pak,” katanya pada wartawan.

Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Reno Handoyo, yang turun kelokasi banjir membenarkan adanya tanggul yang jebol. “Di titik yang jebol itu, ada di dusun Gandean,” tegas Reno.

Bronjong Kawat Jebol

Politisi Partai Gerindra ini menyatakan, kalau air itu masuk ke pemukiman warga, lantaran bronjong kawat yang jebol atau lewat di bawah bronjong. “Arusnya deras dan cukup besar, sehingga air itu lewat di bawah bronjong. Itu bukan hanya satu titik, melainkan ada dua titik lokasi,” terang dia.

Saat berita ini diunggah, pihak petugas dari TNI-POLRI serta BPBD dan Tagana Kabupaten Probolinggo, dibantu Pramuka masih stanby di lokasi. “Air menggenangi rumah warga sekitar 1 jam lamanya. Tapi alhamdulillah nampaknya akan berangsur surut,” pungkas Reno.

Sekedar diketahui, Di Kabupaten Probolinggo, ada dua titik yang rawan banjir. Yakni, di Kecamatan Dringu dan Gending. Lokasinya sama-sama di daerah yang dialiri oleh daerah irigasi.

Kepala UPT Pengelolaan Jalan Sumberdaya Air (PJSDA) di Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Ahmad Mulyono, saat dihubungi melalui telepon mengatakan, wilayah rawan banjir di Kabupaten Probolinggo bukan di sekitar DAS Pekalen. Melainkan di daerah yang dialiri oleh daerah irigas (DI).

“Seperti aliran daerah irigasi Mbok Siti Tegalsiwalan, DI Kaliamas, daerah irigasi Kedunggaleng yang alirannya mengarah ke muara Desa Kedunggaleng di Dringu. Sementara yang Gending, DI Sukolelo dan DI Banyubiru, yang bermuara ke Desa Pajurangan dan Gending,” ujarnya.

Faktor lain penyebab banjir disebutkan Mulyono, daerah irigasi mengalami penyempitan dan pendangkalan atau sedimentasi. Di daerah hilir seperti muara, juga terjadi penyempitan dan pendangkalan. Akibatnya, saat air laut tinggi, pasti banjir.(dol/aka)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily