Hujan Lebat, Ratusan Rumah di Desa Sidodadi Banyuwangi Kebanjiran

  • Whatsapp
banjir banyuwangi
Banjir rendam ratusan rumah di Desa Sidodadi Kecamatan Wongsorejo. (istimewa)

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Diguyur hujan lebat, Ratusan rumah di Desa Sidodadi Kecamatan Wongsorejo terendam banjir. Luapan air juga merendam ratusan hektar lahan persawahan warga serta merendam badan jalan pantura yang menghubungkan Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo.

“Banjir terjadi sejak hari Minggu kemarin (31/01/2021). Kemarin hampir empat jam mulai jam satu siang merendam ratusan rumah setinggi 1 meter. Hari ini, banjir kembali datang akibat hujan sekitar dua jaman dan merendam rumah warga setinggi setengah meter,” kata Kepala Desa Sidodadi, Shidiq Wibisono saat dikonfirmasi wartawan, Senin 1 Februari 2021.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: BPBD Jember: 436 Rumah Warga Tergenang Banjir di Jember

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram mengatakan, penyebab banjir di Desa Sidodadi ini, selain diakibatkan intensitas hujan lebat juga dikarenakan pembukaan lahan yang ada di hulu Pegunungan Ijen.

“Sidodadi merupakan desa rawan banjir, sudah ada pengembangan dan kejadian penyebab banjir banyak faktor. Faktor yang utama adalah pembukaan lahan di hulu di pegunungan Ijen, imbas dari dari kebakaran hutan beberapa tahun lalu,” kata Eka Muharram.

Selain itu, material yang terbawa air hujan dengan intensitas tinggi, menyempitkan jalur air yang melewati gotong-gotong yang terlalu kecil. Sehingga menyebabkan air meluap ke beberapa rumah dan lahan warga.

“Banjir Desa Sidodadi hasil kajian itu assesment adanya keterbukaan lahan di hulu di Pegunungan Ijen. Selain itu banyak material padat yang hanyut sehingga menyumbat gorong-gorong jembatan yang kecil akhirnya meluber,” tambahnya.

Menurut Eka, Sungai Sidodadi merupakan saluran sungai yang hanya dialiri air saat hujan turun. Ada sekitar 12 saluran sungai seperti Sungai Sidodadi di wilayah Kecamatan Wongsorejo. “Tentu ini menjadi catatan penting bagi masyarakat untuk waspada. Kami dari BPBD tetap akan melakukan pengawalan terhadap bencana. Bantuan nanti akan kita bicarakan,” pungkasnya.

Data dari Pusdalops Banyuwangi, air Sungai Sidodadi meluap dari jembatan menuju rumah warga dan lahan sawah dan kebun masyarakat, Minggu (31/1/2021). Diantaranya di Dusun Curah Sawo terdapat 200 rumah warga terpendam genangan air dengan ketinggian 50 hingga 100 sentimeter.

BACA JUGA: Kurangi Risiko Banjir, Pemkot Malang Wajibkan Pengembang Perumahan Bikin Sumur Resapan

Sementara di Dusun Krajan terdapat 100 rumah warga terpendam dengan ketinggian air 50 sampai 80 sentimeter. Tak hanya itu, area pertanian tanaman jagung, padi dan bawang seluas ± 100ha terendam banjir. “Untuk yang hari ini, kita masih melakukan pendataan berapa rumah warga yang terdampak,” imbuhnya.

BPBD Banyuwangi, kata Eka, sudah mengirimkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Desa Sidodadi. “Hari ini kita sudah kirimkan bantuan yakni berupa paket sembako, lauk pauk, paket tambahan gizi, tikar, selimut, dan beberapa bantuan lainnya,” tutup Eka. (ozi/lna)