Hujan Deras, Jembatan Alternatif di Kota Malang Penghubung Dua Kelurahan Ambrol

  • Whatsapp
AMBROL: Jembatan di Jalan Bandulan Raya, Kecamatan Sukun, Kota Malang, ambrol. (Istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Hujan deras mengguyur Kota Malang selama seharian penuh sejak Selasa (12/1/2021). Selain mengakibatkan banjir di sejumlah titik, juga mengakibatkan jembatan yang menghubungkan dua kelurahan di kawasan Jalan Bandulan Raya, Kecamatan Sukun, Kota Malang, ambrol.

Salah satu warga, Yasin mengungkapkan, peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Selasa (12/1/2021) sekitar pukul 14.30.

Bacaan Lainnya

“Kejadiannya kemarin, saat huja sedang deras-derasnya. Jembatan ini tiba-tiba ambrol,” terang dia, Rabu (13/1/2021) pagi.

Yasin menjelaskan, jembatan alternatif yang menghubungkan antara Bandulan dan Mulyorejo tersebut ambrol lantaran debit air di sekitar sungai meluap akibat hujan deras.

“Karena hujan terlalu lebat kemarin, akhirnya ambrol. Biasanya nggak kaya gitu. Baru kali ini kaya gini, karena air terlalu meluap sampai ke atas jembatan,” papar dia.

Yasin menamabahkan, selain membuat jembatan alternatif ambrol, debit air yang meluap juga mengakibatkan banjir.

“Airnya sempat naik, kurang lebih sekitar satu meter, kamar mandi di sekitar sungai tenggelam,” pungkas dia.

Selain menimbulkan banjir dan jembatan ambrol, hujan deras juga menimbulkan tanah longsor di kawasan Bandulan. Rencananya, Wali Kota Malang, Sutiaji akan meninjau titik bencana alam tersebut dan genangan air di kawasan Arjowinangun, siang ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat hujan deras, Jalan Ir. Rais sempat mengalami banjir. Penyebabnya, diduga disebabkan oleh air Sungai Kutuk yang meluap.

“Banjir yang agak parah, di sekitar Jalan Ir. Rais. Berlangsung kurang lebih selama satu jam,” terang Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Ali Mulyanto.

Ali menyebut, kawasan yang dilanda banjir tersebut saat ini sudah kembali surut.

“Saat ini, situasi banjir di sekitar Jalan Ir. Rais sudah kembali surut,” papar dia.

Ali menguraikan, banjir tersebut disebabkan karena curah hujan yang sangat tinggi. Apalagi, saluran drainase untuk menampung air hujan juga tersumbat sampah.

“Hujan itu kan rahmat, tetapi memicu (banjir) dengan volume yang ada. Selain itu, bisa disebabkan karena saluran drainase penuh sampah juga,” tandas dia.(nda/lna)