HSBC Dilempari Telur Busuk, CTBC Bank Digeruduk Eks Buruh PT Wim Cycle

  • Whatsapp
Suasana demo di HSBC Jl Basuki Ramat
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM- SURABAYA- Manajemen HSBC yang menolak menemui pengunjuk rasa, dan bergeming itu memicu kemarahan ratusan buruh. Buruh marah dan melempari graha HSBC dengan telur busuk, Rabu (16/9/2020) siang.

Baca Juga

Unjuk rasa 243 eks karyawan PT Wijaya Indonesia Makmur Cycle (Wim Cycle) bertubi – tubi menyerbu HSBC, Selasa dan Rabu (15-16/9/2020).

Usai meluapkan kekesalan dengan melempari gedung HSBC dengan telur busuk, massa buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Independen (FSBI) ini geser meluruk ke CTBC Bank.

Tuntutan masih sama. Meminta data kepailitan PT WimCycle, dan minta dilibatkan dalam tim preference kurator.

Kata buruh, ada hak – hak karyawan yang harus dibayarkan oleh PT WimCycle pasca putusan pailit di dalam aset jaminan yang dikuasai HSBC Bank.

Sebelumnya selama sepekan demo, akhirnya pihak BNI-46 meluluskan permintaan buruh pekan kemarin.

BNI -46 setuju melepaskan haknya sebagian sesuai perhitungan kurator untuk membayar utang gaji eks karyawan PT WimCycle.

Di Kantor Graha HSBC Bank di Jalan Basuki Rahmat 58 Surabaya, mereka orasi dan minta ditemui manajemen HSBC tapi HSBC masih bergeming.

Setelah tak berhasil menerima jawaban HSBC Bank, dan puas melempari telur busuk, massa meluruk ke Bank CTBC Jl. Panglima Sudirman no 101-103 Surabaya.

Imam Afikirwanto, dari Serikat Buruh Aneka Industri, dan FBTPI ini meminta agar upah terutang,THR dan pesangon yang belum diberikan oleh PT.Wim Cycle kepada mereka segera diselesaikan.

Mengingat PT WimCycle pailit maka aset yang menjadi jaminan di BNI telah diserahkan namun beralih dikuasai pihak Bank CTBC dan Bank HSBC.

“Kami eks karyawan PT. Wim Cycle meminta HSBC menyerahkan hak kita yang masih ditahan pihak Bank HCBC. Semenjak tahun 2019 kita eks karyawan PT. Wim Cycle sudah di-PHK. Kita ada hak di aset itu, sekarang kita minta pimpinan HSBC yang akan melelang aset itu juga ada hak eks karyawan PT. Wim Cycle,” ujar Imam.

“Jika Bank HSBC tidak memenuhi permintaan, maka kami eks karyawan PT. Wim Cycle akan selalu datang setiap hari ke Kantor HSBC,” ujarnya lagi menambahkan.

Karyawan Sudah Dua Tahun di PHK

“Di sana itu ada hak kami yang harus dibagikan. Kami ini sudah dua tahun di-PHK , gaji, THR dan tunjangan selama dua tahun harus diberikan,” ujarnya.

Permintaan mereka sederhana, HSBC Bank menerima buruh menemui dan berunding, mencari solusi untuk membahas terkait tentang utang PT WIM Cycle.

Sekira pukul 13.20 WIB, masa aksi meninggalkan Kantor HSBC Jl. Basuki Rahmat No. 58 Surabaya menuju kantor Bank CTBC Jl. Panglima Sudirman no 101-103 Surabaya

Di sini massa aksi unras selanjutnya melaksanakan orasi secara bergantian antara lain meminta Bank CTBC menyerahkan aset – aset kepada kurator dalam lelang untuk dibayarkan ke eks buruh PT. Wim Cycle.

“Kami tidak meminta lebih kepada Bank CTBC, tolong segera serahkan aset PT. Wim Cycle yang sudah pailit itu. Tolong segera bereskan permasalahan eks karyawan PT. Wim Cycle supaya hak hak kita segera di bayarkan,” tukas Imam lagi.

Di CTBC perwakilan masa aksi ditemui oleh pihak Bank CTBC untuk mediasi.
Sekira 14.30 WIB pertemuan selesai selanjutnya perwakilan masa aksi menyampaikan hasil mediasi.

Pertama, manajemen Bank CTBC tidak mau membantu mengeluarkan tagihan hak CTBC kepada eks karyawan PT WimCycle.

Melihat itu, buruh akan kembali lagi ke HSBC dan CTBC, Kamis (17/9/2020) sekaligus meminta kurator segera melelang dan mengalokasikan untuk upah bagi para buruh eks karyawan PT. Wim Cycle

“Kalau begitu besok kita datang lagi. Kalau perlu kita duduki, kantor HSBC sampai kooperatif kepada buruh. Jika tetap tidak mau , HSBC melanggar Undang – undang,” ujar Supri, koordinator aksi lainnya.

Sementara dari pihak HSBC dan CTBC gagal ditemui Nusadaily.com, karena barikade penjagaan Polisi ketat.(ima/aka)

Post Terkait

banner 468x60