Hasil Uji Lab Limbah Tambak Udang Tak Jelas, DLH Sumenep: Tidak Bisa Disampaikan Secara Umum

  • Whatsapp
tambak udang sumenep
Plt Kepala DLH Sumenep, Ernawan Utomo. (ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Hasil uji lab limbah tambak udang di Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial hingga kini belum ada kejelasan.

Plt Kepala DLH Sumenep Ernawan Utomo, mengatakan hal tersebut tidak bisa dipublikasikan. Sebab, keterbukaan hasil uji lab limbah tambak udang tersebut sudah ada regulasi yang mengatur dari kementerian lingkungan hidup.

Baca Juga

“Dalam aturan itu disebutkan, hasil Lab tidak bisa disampaikan secara umum ke publik sesuai dengan Permen Nomor 23, tahun 2020,” terangnya, Rabu 27 Januari 2021.

Pihaknya menegaskan, tambak udang yang memiliki izin operasional di Sumenep hanya ada dua. Yaitu PT Lombang Sejahtera dan PT Darwin. “Tugas kami di DLH hanya melakukan pengawasan bagi tambak yang berizin,” ungkapnya.

Sedangkan hasil audiensi dengan sejumlah mahasiswa beberapa waktu lalu, lanjut Ernawan, pemerintah setempat beralasan untuk menginventarisir terlebih dahulu tambak tak berizin. “Inventarisir dulu, ada berapa tambak udang yang tidak berizin yang nantinya akan kita edukasi agar segera berizin,” jelasnya.

Pihaknya berharap, tambak udang yang tak berizin untuk segera diurus. Sebab, dampak adanya tambak udang tersebut menurutnya mempengaruhi ekonomi setempat. Meski, dampak terhadap lingkungan tak dapat dihindari.

Disisi lain, salah seorang warga Desa Lombang, Nelya (24) mengatakan, limbah tambak udang kebanyakan dibuang ke laut.

“Setahu saya limbahnya dialirkan ke laut, sebagai penduduk Desa Lombang saya merasa turut prihatin akibat kondisi pencemaran lingkungan itu,” ujarnya.

Diketahui, dengan maraknya aktivitas tambak udang dan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan, komitmen Pemkab Sumenep dalam memelihara lingkungan patut di pertanyakan.

BACA JUGA:

Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang (UU) 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Padahal, kasus tersebut sempat ramai diperbincangkan. Bahkan, di media sosial (Medsos) seperti Instagram dan Facebook begitu santer dibicarakan.

Puncak dari mencuatnya kasus pencemaran lingkungan tersebut terjadi di bulan November tahun 2020 lalu. Hingga pecah aksi demonstrasi sejumlah aktivis mahasiswa bertelanjang dada digedung pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat.

Sejumlah aktivis Mahasiswa tersebut mempertanyakan komitmen Pemkab Sumenep dalam memelihara lingkungan. Sebab, limbah tambak udang dinilai telah merusak alam.

Ujung dari persoalan pencemaran lingkungan itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep berjanji mengambil tindakan dengan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi dimana tambak udang beroperasi. Serta melakukan uji laboratorium limbah tambak.

Namun hingga kini, hasil Sidak dari tim DLH Sumenep itu nihil. Bahkan, jumlah tambak udang tak berizin yang tersebar di wilayah pesisir Kecamatan Batang-Batang dan Kecamatan Dungkek tersebut tetap tak diketahui secara pasti.

Bahkan, ironisnya, hasil uji lab limbah tambak tersebut tidak bisa dipublikasi. Dimana, keterbukaan hasil uji lab limbah tambak udang sudah ada regulasi yang mengatur dari kementerian lingkungan hidup. (nam)