Harga Cabai Rawit Meroket Gegara Cacar, Disperta Banyuwangi: Pola Tanam Tidak Siap

  • Whatsapp
cabai banyuwangi
Petani cabai di Banyuwangi gagal panen, lantaran tanaman cabainya terserang penyakit cacar.(istimewa)

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Harga cabai rawit mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pantauan di sejumlah Pasar Tradisional Banyuwangi, harga bumbu pedas ini mencapai kisaran angka Rp 80 ribu perkilogram.

Rupanya, lonjakan harga cabai rawit ini dipicu banyaknya petani yang gagal panen, lantaran tanaman cabainya terserang penyakit cacar. Penyakit ini mengakibatkan muncul bercak berwarna hitam pada buah cabai sehingga cepat membusuk.

Bacaan Lainnya

“Saat ini kan musim penghujan. Hal yang lumrah saat musim penghujan, penyakit cacar menyerang tanaman cabai petani,” kata Kabid Holtikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, Selasa 5 Januari 2021.

BACA JUGA: Harga Cabai Rawit Meroket, Petani Banyuwangi Justru Merugi

Menurut Ilham, penyakit cacar (antraknosa) ini disebabkan oleh fungi atau jamur. Ada dua jenis jamur pathogen yang menyebabkan penyakit cacar, yakni jamur Colletotricum capsici dan Gleosporium sp. Kedua jenis jamur ini akan tumbuh subur ketika tingkat kelembaban tanah naik.

“Saat hujan turun maka kelembaban tanah akan naik. Iklim ini cocok untuk pertumbuhan fungi yang menyebabkan penyakit cacar pada tanaman cabai,” katanya.

Jika tanaman cabai sudah terserang penyakit cacar, maka produksi tanaman akan mengalami penurunan secara drastis. Bahkan, beberapa petani mengaku tingkat kerusakan tanamannya hingga 90 persen. “Iya benar. Jika sudah terserang berat, bisa 50 persen ke atas kerusakannya,” sebut Ilham.

Namun berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, dari total luasan cabai rawit dan cabai besar sebanyak 1.060 hektar di Banyuwangi, hanya 10 persen saja yang terserang penyakit cacar kategori berat. “Untuk tanaman cabai rawit sendiri total ada 981 hektaran. Hanya sebesar 10 persen saja lahan yang terserang cacar,” ungkapnya.

BACA JUGA: Harga Cabai Rawit di Banyuwangi Meroket, Tembus Rp 80 ribu/kg

Penyakit cacar ini bukannya tidak bisa dicegah. Terdapat teknik budidaya khusus untuk mengantisipasi serangan penyakit cacar saat musim penghujan. Diantarnya, ialah harus ada saluran drainase yang baik agar air huja bisa mengalir dengan lancar.

“Biasanya, penyakit cacar ini menyerang karena pola tanam tidak siap. Misal, tidak diberi drainase yang baik. Tanah tidak diberi ‘guludan’ dan plastic mulsa yang berfungsi untuk menghalangi air huja untuk langsung meresap ke dalam tanah,” ujarnya.

Selain itu, untuk mencegah serangan penyakit cacar lahan yang ditanami cabai harus diberi mikro organisme hayati yang menjadi musuh alami jamur. “Jadi harus dilakukan penyemprotan fungisida sejak terbentuknya buah pertama atau sejak umur seminggu setelah tanam untuk mencegah serangan cacar pada batang, daun dan ranting,” imbuhnya. (ozi/lna)