Harga Cabai Rawit di Magetan Naik, Tembus Rp 75 Ribu/kg

  • Whatsapp
Pedagang Cabai di Pasar Sayur Magetan

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Harga cabai pada sejumlah pasar di Kabupaten Magetan terus mengalami kenaikan, bahkan yang sebelumnya Rp 52 ribu/kg sekarang menembus angka Rp 75 ribu/kg.

Hari ini, Minggu 03 Januari 2020, harga cabai rawit tembus sampai Rp 75 ribu/kg. Bahkan, ditingkat eceran malah capai harga Rp 80 ribu/kg.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Pesawat Tanpa Awak Jatuh di Ngariboyo Magetan

Dikatakan Suharti, salah satu pedagang cabai di pasar sayur Magetan kepada nusadaily.com, bahwa kenaikan harga pertanian jenis cabai ini tidak hanya terjadi pada cabai jenis rawit, tetapi pada semua jenis cabai.

“Semua jenis cabai naik, cabai merah besar, bila sebelumnya Rp 35 ribu/kg, hari ini naik menjadi Rp 40 ribu/kg. Cabai merah kriting bila sebelumnya Rp 35 ribu/kg naik menjadi Rp 45 ribu/kg,” jelas Suharti.

Pedagang mengaku tidak tau persis penyebab terus naiknya harga cabai saat ini. Pedagang menduga akibat dampak cuaca buruk saat ini, curah hujan yang tinggi membuat tanaman cabai petani banyak yang busuk dan rusak.

”Selain cuaca buruk, petani yang menanam cabai rawit di Magetan sangat sedikit. Sejak dahulu cabai rawit di pasar sayur Magetan selalu didatangkan dari luar daerah, seperti Kediri dan Mojokerto karena tidak mencukupi permintaan pasar, ” katanya.

BACA JUGA: Seluruh Wisata Magetan Tetap Buka, Namun Sepi Pengunjung

Dimungkinkan, harga cabai rawit akan terus mengalami kenaikan selama ketersedian cabai sedikit seperti saat ini. Jika cuaca masih seperti ini dimungkinkan harga cabai bisa tembus diangka Rp 100 ribu/kg seperti pada dua tahun lalu.

Mahalnya harga cabai saat ini juga berpengaruh terhadap daya beli konsumen. Biasanya beli dalam jumlah banyak kini hanya sedikit.

“Banyak konsumen mulai beralih kepada cabai kering impor, yang harganya stabil Rp 55 ribu/kg. Seperti rumah makan pedagang bakso,” imbuh Suharti.

Para pedagang berharap cuaca segera kembali normal, agar tanaman cabai para petani tidak mengalami kerusakan. Serta harga kembali stabil.

”Jangan sampai konsumen keberatan saat ini, apalagi ditengah suasana pandemi saat ini,” pungkasnya. (nto/kal)