Harga Bahan Pokok dan Stok Pangan di Sumenep Aman Terkendali Jelang Hari Raya

  • Whatsapp
banner 468x60

Baca Juga

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Dinas ketahanan pangan dan peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep memastikan harga bahan pokok dan stok pangan aman terkendali, utamanya beras, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam dalam kondisi aman menjelang persiapan hari raya Idul Fitri tahun ini.

Plt kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan stok beras aman. “Sangat aman, apalagi di bulan mei ini, kita panen raya. Otomatis stok beras surplus. Daging juga saya cek kemarin sangat surplus,” ujarnya, Selasa 4 Mei 2021.

Kenaikan Harga Bisa Terjadi

Menurut Arif, kenaikan harga kebutuhan pangan bisa saja terjadi. “Bisa saja ada kenaikan harga, tapi untuk beras saya kira tidak naik terlalu tinggi, artinya harganya stabil,” jelasnya.

“Tetapi untuk yang lain ini memang ada kenaikan, karena memang biasa mau mendekati hari raya,” imbuhnya.

Dilema Naik Turunnya Harga

Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa persoalan harga menjadi dilema tersendiri. Menurutnya, disaat harga kebutuhan pangan naik, maka yang diuntungkan adalah petani, namun disisi lain ada jeritan dari konsumen ketika harga naik. “Ketika harga turun, petaninya kasihan,” terangnya.

Disisi lain, Kepala bidang perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Ardiansyah menjelaskan kenaikan harga bahan pokok hanya terjadi diawal-awal Ramadhan. Menjelang lebaran harga kembali stabil. “Untuk saat ini harganya stabil, apalagi gula dan beras, tidak mengalami kenaikan,” katanya.

Daftar Harga Bahan Pokok Jelang H-8 Lebaran Tahun 1442 H Berdasarkan Hasil Survei Lapangan

Harga beras lokal perkilonya Rp 9 ribu, beras medium Rp 10 ribu, beras premium Rp 11 ribu. Gula pasir Rp 12 ribu. Bawang merah tetap stabil, yakni di angka 27 ribu per-kilogram. Cabai merah besar turun, dari Rp 46 ke Rp 35 ribu.

Cabai rawit biasa turun Rp 10 ribu, dari Rp 60 menjadi Rp 50 ribu. Bawang putih semula Rp 24 ribu turun ke Rp 23 ribu.

Sedangkan minyak goreng mengalami kenaikan, dari yang semula Rp 27 ribu sekarang berada dikisaran 31 ribu per-liter.

Sementara harga pangan hewani masih terkendali. Dimana harga daging sapi saat masih awal Ramadan per-kilonya Rp 110. Namun, menjelang H-8 lebaran naik menjadi Rp 130 ribu. Berbeda dengan daging ayam potong, awal Ramadhan Rp 45 ribu, kini turun menjadi Rp 40 ribu.

Disisi lain, salah satu pedagang daging sapi di pasar Anom Sumenep Hj Saniya Munir (50) mengatakan harga daging sapi tidak ada lonjakan harga yang cukup signifikan, meski ada kenaikan hanya sedikit, hanya naik Rp 20 ribu.

“Masih normal, saya kira tidak akan naik lagi karena harga sapinya juga rata,” ujarnya.

Senada dengan H Saniya, salah seorang padagan daging ayam di pasar Anom Sumenep Titin Jayanti (40) mengatakan, harga dagi ayam juga terkendali. “Awal puasa hanya naik Rp 5 ribu, tapi sekarang turun lagi, jadi Rp 40 ribu per kilogram,” terangnya. (nam/aka)