Hadiri Pemakaman Jenazah Suspek Covid-19, 16 Warga Desa Tlekung Kota Batu Positif

  • Whatsapp
tlekung
Para petugas memakai APD lengkap sebagai salah satu pelaksanaan SOP tata cara pemakaman jenazah penyakit menular

NUSADAILY.COM -KOTA BATU– Sebanyak 16 warga Desa Tlekung, Junrejo, Kota Batu dinyatakan positif Covid-19. Mereka positif setelah menghadiri prosesi pemakaman salah satu warga yang terindikasi terinfeksi Covid-19.

Ke-16 warga tersebut dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes swab yang digelar dua kali, 20 dan 21 November. Tes swab pertama pada 20 November diikuti 78 orang dan hasilnya 14 orang dinyatakan positif. Berlanjut tes swab kedua pada 21 November diikuti 16 orang dan dua diantaranya dinyatakan positif Covid-19.

Bacaan Lainnya

Mereka yang dinyatakan positif Covid-19 diisolasi di shelter Hotel Mutiara Baru sebanyak 14 orang dan dua orang menjalani perawatan di RS Baptis. Seluruhnya yang dinyatakan positif Covid-19 dibawa oleh tim nakes ke shelter isolasi dan RS Baptis pada Minggu kemarin (20/11).

Kepala Desa Tlekung, Mardi mengatakan semula target yang diwajibkan untuk mengikuti tes swab massal sebanyak 116 orang. Namun beberapa diantaranya menolak dilakukan tes swab.

“Mereka ada yang tidak mau karena merasa sehat. Ada yang menghindar sampai mengungsi ke rumah kerabatnya yang berada di luar wilayah Tlekung,” ungkap Mardi, Senin siang (23/11) dilansir Nusadaily.com.

Tes swab massal itu dilakukan setelah pihak desa berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Batu buntut dari kejadian seorang warga Dusun Gangsiran Ledhok yang meninggal pada Oktober lalu. Warga yang meninggal itu berusia hampir 70 tahun dan diindikasi terpapar Covid-19.

Namun prosesi pemakaman dilakukan secara normal dan dihadiri para kerabatnya. Karena warga masih belum menyangka jika yang bersangkutan diindikasi terpapar Covid-19.

Mardi mengatakan, memang yang bersangkutan sempat mengalami sesak nafas dan diperiksa kondisi kesehatan ke rumah sakit. Namun yang bersangkutan tidak mau dirawat inap dan memilih pulang.

“Setelah beberapa hari kemudian, orang berusia 70 tahun itu meninggal dan hasilnya baru keluar setelah pemakaman,” terang Mardi.

Rantai kematian itu terus berlanjut menimpa satu per satu orang yang pernah berinteraksi dengan mendiang. Dan puncaknya  terjadi pada Kamis (19/11) lalu, dalam sehari terdapat 3 warganya yang meninggal. 

“Ada sekitar 13 orang yang meninggal dalam kurun waktu sekitar 40 hari, itu ya saudaranya, tetangganya,” katanya.

Hingga muncul kerugian dari warga setempat jika penyebab kematian diakibatkan Covid-19. Pada pemakaman 19 November lalu, akhirnya dilakukan pemakaman sesuai SOP pemulasaran jenazah penyakit menular.

“Sebab saat pemakaman (di TPU Tlekung) petugasnya sudah menggunakan APD dan sudah dilakukan pemulasaran. Tetapi kerabat dan tetangganya ada yang hadir dan keterangan dari petugas kesehatan seperti itu (positif Covid-19),” katanya.

Lantas untuk menetralisir  kekhawatiran warga Tlekung, Mardi berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Junrejo. Dilanjutkan upaya tracing dari  Dinas Kesehatan Kota Batu dan dilakukan tes swab dua kali pada 20 dan 21 November.

Mereka yang menjalani tes swab merupakan orang-orang yang memiliki interaksi tinggi dengan orang-orang yang diindikasi terjangkit Covid-19 semasa hidupnya. Mayoritas berasal dari Dusun Gangsiran Ledhok dan lainnya dari  Dusun Krajan Lor dan Dusun Krajan Kidul.

Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19 Kota Batu, M Chori belum bisa memberikan penjelasan secara rinci.  Pihaknya masih belum bisa menjelaskan secara detail apakah penyebab meninggalnya 13 orang tersebut karena Covid-19.

“Yang jelas pihak kami (Satgas Covid-19 dan Dinkes) akan berkoordinasi lebih lanjut untuk membahas upaya-upaya (preventif) apa saja yang terbaik untuk bisa dilakukan di wilayah tersebut,” katanya. (wok/wan)