Gunung Blego Surganya Paralayang Magetan

  • Whatsapp
wisata paralayang gunung blego
Salah satu atlet paralayang menjoba lepas landas di Gunung Blego, Magetan. (nto/nusadily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Paralayang belum terlalu populer di Kabupaten Magetan Jawa Timur. Beberapa atlet PON paralayang dari beberapa daerah uji coba terbang di Gunung Blego Desa Trosono Kecamatan Parang, Minggu, 3 Agustus 2020.

BACA JUGA: Berbuat Mesum di Alun-Alun Magetan Sepasang Pelajar Diamankan Satpol PP

"
"

Baca Juga

"
"

Hasilnya bagus dan cocok untuk olahraga paralayang di lokasi tersebut, para atlet mengaku geotermal panas bumi dan angin selatan yang stabil membuat parasut mengembang dengan sangat bagus.

“Lokasi di Gunung Blego ini cukup strategis. Angin selatan juga stabil. Panas buminya bagus untuk parasut sehingga bisa mengembang sempurna,” ujar Jevi salah satu atlet usai menjajal terbang, kepada nusadaily.com.

Keberhasilan uji coba paralayang di Gunung Blego sendiri menjadi PR bagi Ketua KONI Mageta Bambang Trianto. Kedepan diharapkan jika potensi tersebut bisa dimaksimalkan bukan tidak mungkin lahir atlet paralayang nasional atau bahkan Internasional dari Magetan.

“Kalau pas take off sudah bisa dan mudah. Tapi, kalau pas landing yang susah. Tadi nyari-nyari tempat landing dapat di sawah,” imbuh Jevi.

BACA JUGA: Kelangkaan Pupuk, Ancaman Serius Sektor Pangan di Magetan

Adanya lokasi di Gunung Blego Parang yang bisa dijadikan lokasi latihan dan perlombaan paralayang membuat pemerintah desa sekitar senang. Antara lain pemerintah Desa Trosono, Sayutan, Bungkuk dan Ngunut.

“Untuk olahraga paralayang ini, kami punya potensi tempat di Gunung Blego. Karena itu, potensi yang ada ini perlu kami kembangkan,” terang Kepala Desa Trosono, Sumono.

Menurut dia, kelak akan dilakukan kerjasama dengan empat desa (Trosono, Sayutan, Bungkuk dan Ngunut) yang diwadahi Bumdes Bersama.

“Bagaimana pun ini potensi. Baik olahraganya maupun potensi wisatanya,” ungkapnya. (nto)

Post Terkait

banner 468x60