Gubernur Khofifah: Jangan Nolak Isolasi 14 Hari! Isolasi Bukan Alienasi

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, tak putus asa mengeluarkan imbauan agar warga Jatim di daerah episentrum Corona tidak mudik demi memutus mata rantai virus ini.

Daerah episentrum itu DKI Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Jawa Barat, Banten. Apalagi pekerja migran Indonesia di Malaysia, Tiongkok, Amerika dan negara lainnya.

Bacaan Lainnya

Namun, jika yang sudah dalam perjalanan atau sudah tiba, Khofifah memohon agar tidak menolak diobservasi selama 14 hari atau isolasi.

“Saya memohon dengan sangat, yang telanjur datang untuk tidak menolak jika dilakukan pemeriksaan suhu, pendataan, dan dilakukan observasi selama 14 hari. Makanya kita perintahkan semua jajaran Kades se Jatim untuk menyiapkan ruang observasi yang agak dekat rumah mereka yakni gedung gedung SD,” ujar Gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Putus Rantai Penyebaran Virus

Langkah ini menjadi kunci utama memutus mata rantai penyebaran Covid -19. Seperti penerapan physical distancing, social distancing, hingga lockdown di Wuhan China, dan negara lain. Jika warga tidak disiplin bekerjasama saling membantu maka badai ini sulit berlalu.

Khofifah juga meminta jika ada yang diketahui positif rapid test, dimohon pengertiannya agar tidak dikucilkan. Positif rapid test akan diteruskan test swab PCR. Barulah kalau benar positif hasil PCR, maka wajib dirawat.

Faktor kesembuhan pasien positif ini kata Khofifah, selain oleh kuatnya antibodi dalam tubuh manusia melawan alergen virus Covid ini, juga dari keyakinan batin sembuh bukan ketakutan atau malah dikucilkan.

“Kami perlu ingatkan kepada semua warga Jatim, bahwa isolasi atau observasi itu bukan alienasi, atau dikucilkan. Mereka ini harus diberi semangat agar antibodinya kuat lalu di masa 14 hari inkubasi, virus ini akan kalah sehingga tes selanjutnya negatif,,” ujarnya di sejumlah kesempatan pers konferens.

Data Gugus Tugas Covid Provinsi Jatim, pemudik antar kota di dalam Jatim lalu lintasnya per hari di H-2 lebaran atau periode puncak itu mencapai 5.500 -an. Jadi akan ada ruang observasi di sekitar 15.000-an.

Saat ini gelombang arus mudik yang diprediksi mencapai 20.000-an. Sebab Lamongan saja sudah mencatatkan diri ada 10.000 akan mudik. Untuk itu Pemprov Jatim menyiapkan 18.000 an rapid test hari ini, dan ruang isolasi 14 hari di desa/kelurahan. (ima)