General Manager Hotel Lapor ke Cyber Crime Polda Jatim

  • Whatsapp
Grup medsos yang dianggap melecehkan manajer hotel. (foto: ima/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM- SURABAYA- General Manager salah sebuah hotel di kawasan Siwalankerto, Surabaya, diancam dipermalukan seumur hidup oleh hacker. Bahkan ID Card dan Fotonya dipakai cari donasi.

Baca Juga

Senin 27 Juli 2020, Nita, GM Hotel “TS” – pelapor- ini melaporkan kasus yang menimpanya ke Direskrimsus Subdit Cyber Crime Polda Jatim.

Selain diancam hendak dipermalukan, identitas diri, foto dan ID card nya dipakai peretas itu untuk mencari donasi.

Seolah – olah Nita (pelapor) ini sedang membutuhkan donasi atau bantuan untuk melunasi hutang.

Ikhwal kasus yang menimpa pelapor bermula saat dia mendapat short message service (SMS) di nomornya berisi tagihan yang harus dibayar ke apeldana.

“Saat itu saya tanya nominal, dia jawab Rp 2,5 juta. Lah saya gak pernah minjem di apeldana. Lalu saya tanya aplikasi apa, dia jawab macam macam,” ujarnya.

Sebelum ke Polda Jatim, dia melapor ke Polsek Wonocolo. Oleh Kapolsek Wonocolo Kompol Masda, pelapor disarankan ke Cyber Crime Polda Jatim.

Pelaku Memasang Foto Permintaan Donasi

Di Polda akhirnya terurai, bahwa selain mencari donasi, ID nya juga dicemarkan. Pelaku memasang foto permintaan donasi seolah dari dirinya membentuk grup WhatsApp dan merayu anggota grup berdonasi.

“Belum ada yang konfirmasi ke saya, korbannya. Soalnya saya langsung menyebar WA berisi warning agar mengabaikan ajakan pelaku,” ujar Nita, yang memiliki nama panjang RR. Diah N ini.

Nita, menegaskan laporannya adalah dugaan pencemaran nama baik karena foto, ID Card, dipakai untuk mencari donasi padahal bukan dia, kedua, pengancaman atas keselamatan dirinya.

“Saya hari ini ke Polda lagi, untuk melengkapi bukti bukti laporan, nanti saya informasikan lagi ya,” ujar Nita.

Bahkan, Nita telah menyebarkan pesan ke teman temannya agar mengabaikan ajakan donasi dan gabung di group yang dibuat oleh pelaku.

“Tolong teman teman abaikan, dan tidak usah dihiraukan. Karena itu penipuan. Saya tidak hutang atau pinjam ke siapapun,” ujarnya.

Hingga berita ditulis, Direskrimsus melalui Kasubdit Cyber Crime Polda Jatim AKBP Catur Cahyono, belum berhasil dihubungi termasuk Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Drs Trunojudo Wisnu Andiko, belum menjawab konfirmasi Nusadaily.com.(ima/aka)

Post Terkait

banner 468x60