Gempur Rokok Ilegal, Pemkab dan Bea Cukai Malang: Hasil Cukai Tembakau Untuk Kepentingan Bersama

  • Whatsapp
rokok ilegal
Pemkab Malang melalui Diskominfo bersama Bea Cukai gelar sosialisasi gempur rokok ilegal, Kamis (17/6). (Istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malang bersama Bea Cukai menggelar sosialisasi ketentuan cukai di Hotel Savana Kota Malang, Kamis (17/6/2021). Kampanye ‘Gempur Rokok Ilegal’ gencar digaungkan di setiap kesempatan. Mengingat, peredaran rokok ilegal di Kabupaten Malang masih merajalela.

Kepala Kantor Bea Cukai Malang Latif Helmi mengamini perihal masih banyak beredarnya rokok ilegal.

Baca Juga

“Memang di pasaran masih banyak beredar rokok ilegal, makanya kita sesering mungkin melakukan sosialisasi seperti ini,” ujarnya.

Apalagi di masa pandemi ini, menurut Latif, cukup menjadi hambatan pendistribusian rokok ke berbagai wilayah.

“Ini kan masih pandemi, pasti ada hambatan, pendistribusiannya ada sekat-sekat pembatasan di pasaran,” katanya.

Latif memaparkan, pihaknya gencar menggelar operasi rokok ilegal. Bahkan, hasil operasi rokok ilegal per Juni 2021 senilai Rp8 Miliar.

“Operasi telah kita gencarkan dengan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Satpol PP, TNI/POLRI dengan hasil operasi sebanyak 8,8 juta batang atau senilai Rp8 Miliar,” ungkapnya.

Untuk meminimalisir peredaran rokok ilegal, Bea Cukai Malang turut terbantu dengan laporan masyarakat.

“Kontribusi masyarakat juga sangat membantu, sebab kalau dibiarkan akan menjadikan negara rugi,” tuturnya.

Latif berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya Cukai tembakau. Sebab, semuanya akan dikembalikan untuk kepentingan bersama.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Malang Sanusi menegaskan bahwa Pemkab Malang tak henti-hentinya turut serta dalam aksi gempur rokok ilegal.

Menurut Sanusi, dalam hal ini para pengedar rokok ilegal justru perlu dibina.

“Mereka kan (pengusaha rokok) adalah bagian dari masyarakat kita, jadi ya bahasanya bukan diberantas akan tetapi harus kita bina, supaya yang ilegal menjadi legal,” papar Sanusi.

Sanusi turut mengatakan bahwa hasil akhir dari cukai tembakau ini nantinya akan diarahkan untuk kepentingan masyarakat.

“Kan masyarakat perlahan telah menyadari pentingnya cukai tembakau ini, dari mereka untuk mereka juga. Untuk pembangunan infrastruktur dan lain lain, jadi jangan hanya yang negatifnya saja yang dilihat,” tandasnya.

Data yang diperoleh Nusadaily.com, Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Malang di tahun 2021 ini mencapai Rp80 Miliar. Dari angka tersebut, Pemkab Malang telah menginisiasikan untuk kepentingan kesehatan.

Sekitar 25 persen dari total DBHCHT tahun ini akan digunakan untuk pembangunan Rumah Sakit Jantung.

“Rumah sakit jantungnya nanti di Kepanjen. Sekarang surat ke Kementerian Keuangan sudah kami (Pemkab Malang) luncurkan, dan tanggal 28 Juni ini akan ditinjau dari pihak sana ke lokasi rencana pembangunan (Kepanjen),” papar Sanusi. (aje/lna)