Gegara Wereng Coklat, Puluhan Hektar Tanaman Padi di Magetan Terancam Gagal Panen

  • Whatsapp
Petani Magetan menunjukkan tanaman padi yang telah rusak.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Gegara serangan wereng coklat, puluhan hektar tanaman padi petani di Kabupaten Magetan rusak layu dan mengering. Akibatnya, para petani merugi hingga puluhan juta rupiah.

Seperti pada tanaman padi Magetan di Desa Maron Kecamatan Karangrejo ini. Tanaman pada mereka layu dan mati membuat bulir padi yang semestinya isi menjadi gabug tidak berisi.

Diakatakan Totok, salah satu petani desa setempat kepada nusadaily.com, 70 hektaran tanaman padi yang ada di Desa Maron 50 persen hingga70 persen rusak diserang wereng coklat. Mengering dan tidak berisi.

”Awalnya tumbuh bagus, jelang isi bulir wereng coklat menyerang, dari pangkal batang padi hingga ujung. Perkembangannya sangat cepat, bila sudah hinggap dalam waktu sehari semalam padi sudah layu dan mengering mati,”  kata Totok.

Berbagai upaya penyemprotan dengan insektisida telah dilakukan, lajutnya, namun hama wereng coklat tersebut tidak mempan. Malah seakan tambah menjadi dan meluas.

”Kami kesulitan saat melakukan peyemprotan karena wereng coklat berada pada pangkal batang padi, pembuatan ilaran pun sudah kami lakukan untuk memudahkan penyemprotan, namun juga tidak membuahkan hasil. Kami hanya bisa pasrah saat ini,” ungkapnya.

Hal ini dibenarkan Didik Agus Wahyudi Kepala Desa Maron, bahkan 70 hektar tanaman padi jelang isi diserang hama wereng coklat. Sudah dilakukan upaya pengendalian penyemprotan masal dengan Dinas Pertanian Magetan namun hasilnya sama saja.

“Sudah saya laporkan kepada dinas, dan ditindaklanjuti dengan upaya penyemprotan secara masal, hasilnya masih sama saja. Serangan malah lebih cepat pagi terlihat besoknya sudah mengering,”  ungkap Kades Maron.

Luas lahan di Desa Maron yang ditanami padi pada musim tanam ini ada 79 hektar 50 – 70 persen dari luasan terserang wereng coklat. Bila terus meluas dan tidak bisa dibasemi petani dipastikan akan gagal panen total.

“Saya berharap petugas pertanian lebih sering turun ke – lapangan mendampingi para petani mengendalikan hama wereng coklat ini. Bila tidak ya bisa dipastikan gagal panen,” pungkasnya. (nto)