Gambar Bupati Jember Non Aktif Ditutup, Bawaslu: Yang Mau Halangi Konsekuensi Hukum

  • Whatsapp
bupati jember
Penutupan foto calon peserta Pilkada yang menempel di ambulan milik Pemkab Jember. (nusadaily.com/Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jember menutup gambar Bupati Jember non aktif, Faida yang berada di fasilitas milik negara. Pasalnya, Faida berstatus sebagai Cabup di Pilkada Jember 2020.

“Siapapun calon dilarang memakai fasilitas milik negara. Kami tutup gambar petahana di ambulan karena amanah PKPU nomor 4 tahun 2017,” tegas Ketua Bawaslu Jember, Imam Thobrony Pusaka.

Baca Juga

Dia mengawali penertiban dengan menutup gambar Faida yang tertempel di mobil ambulan Puskesmas Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates pada, Kamis, 1 Oktober 2020.

Thobrony tidak gentar dengan segala bentuk upaya yang ingin menghambat penegakan aturan Pilkada. Alasannya, saat ini sudah masuk pada tahap kampanye yang berarti Bawaslu berwenang penuh melakukan penertiban.

BACA JUGA: Loyalis Plt Bupati Jember Datangi Pejabat yang Ditengara Intervensi

“Kalau ada perlawanan, berarti menghalangi penyelenggara negara, maka konsekuensinya hukum,” tukas jebolan FISIP Universitas Jember itu.

Bawaslu sudah melakukan upaya persuasif melalui surat ke Plt Bupati Jember, Kepala Dinas Kesehatan, dan para sopir ambulan agar menutup atau mencopot sendiri gambar Faida.

Namun, jika usaha lewat layang tersebut diabaikan, maka Thobrony menegaskan bahwa Bawaslu akan bertindak seperti hari ini. Setidaknya ada 241 unit ambulan yang tersebar ke desa-desa dan kelurahan.

Plt Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief sudah menyatakan, dirinya bersama ASN bersikap netral tanpa terlibat politik praktis.

“Saya jamin saya akan netral, karena tidak ada kepentingan apapun. Dengan semua calon, saya punya hubungan baik,” ujar Muqit saat bertemu perwakilan masa pendukung setianya yang menanyakan perihal intervensi pejabat.

Penutupan gambar oleh Bawaslu disaksikannya oleh Anggota Pansus Pilkada DPRD Jember yaitu David Handoko Seto, Ahmad Faisol, dan Edy Cahyo Purnomo atau Ipung.

Mereka ingin memastikan tiada pihak manapun yang menghalangi langkah Bawaslu. Apalagi, langkah penertiban diperkuat dari hasil rapat bersama antara Pansus, Bawaslu, dan KPU Jember.

“Ini pelaksanaan undang-undang, wajib harus dilakukan. Kalau ada sopir ambulan yang menantang seperti di medsos-medsos itu, akan berhadapan dengan hukum,” tukasnya.

Seperti diketahui, Faida harus non aktif dari jabatan Bupati usai menggandeng Cawabup Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Vian) untuk mencalonkan lewat jalur perseorangan. Hasil pengundian, Faida-Vian menjadi pasangan calon nomor urut 1.

Muqit yang berposisi sebagai Wakil Bupati akhirnya ditunjuk menjadi Plt Bupati oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa karena yang bersangkutan tidak ikut mencalonkan.

BACA JUGA: Faida Cuti, Plt Bupati Bersama DPRD Jember Pulihkan Kembali Birokrasi

Sedangkan, kubu penantang ada dua pasangan yang diusung oleh gabungan atau koalisi partai politik.

Kandidat nomor urut 2, Cabup Hendy Siswanto dan Cawabup KH Muhamad Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Gus Firjaun) diusung Partai NasDem, Gerindra, PKS, PPP, dan Demokrat.

Kontestan nomor urut 3, Cabup Abdus Salam dan Cawabup Ifan Ariadna Wijaya berangkat dari pengusung PDI-P, PKB, PAN, Golkar, Perindo, dan Berkarya. (sut)