Galang Dana Korban Bencana NTT Lewat Nobar Film Dokumenter

  • Whatsapp
bencana ntt
Ketua Orda NTT Semalang Raya bersama Indonesia Stories dalam nobar sekaligus penggalangan dana korban bencana NTT, Sabtu 17 April 2021. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Ikatan Keluarga Manggarai Raya Tribhuwana (IKAMATRI) dan Indonesia Stories, berkolaborasi dengan orda NTT se-Malang Raya serta organisasi Cipayung Tribhuwana menggelar acara penggalangan dana hingga penyaluran donasi terhadap korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (17/4) malam.

Acara yang digelar di Holo Coffee, Jl. Terusan Kecubung, Kota Malang ini dikemas dalam bentuk nonton bareng (nobar) film dokumenter.

BACA JUGA: Kemenkumham Kembali Salurkan Donasi Untuk NTT Sebesar Rp 500 Juta

“Seruan kemanusiaan dari bumi AREMA untuk NTT tersebut merupakan rangkaian dari penggalangan dana yang dilakukan beberapa pekan terakhir. Setiap organisasi daerah telah berdedikasi dengan turun ke jalan, mengumpulkan pakaian layak pakai, obat-obatan dan sebagainya. Sehingga sharing tentang penggalangan dana dari setiap orda masuk dalam agenda nobar film dokumenter,” ujar panitia acara.

Selain melakukan penggalangan dana, dalam kegiatan ini juga dilakukan kajian seputar bencana banjir dan tanah longsor yang melanda NTT baru-baru ini.

Adapun hasil kajian antara orda NTT se-Malang raya, Cipayung dan Indonesia Stories menghasilkan sebanyak 6 poin, antara lain:

  1. Akibat bencana alam di NTT pada musim tanam tahun ini, benih padi dan lainnya ikut terganggu sehingga pemerintah perlu menyiapkan program benih gratis bagi masyarakat.
  2. Menghindari spekulasi publik perlu adanya transparansi penggunaan anggaran yang bersumber dari bantuan pihak luar. Seperti peruntukannya untuk apa dan dikemanakan.
  3. Peran BMKG harus kuat untuk membaca keadaan bencana dan sosialisasi sebelum bencana harus di sampaikan di masyarakat.
  4. Mahasiswa di perantauan yang keluarganya terdampak bencana agar didata oleh pemerintah dan memenuhi biaya pendidikannya.
  5. Maraknya hoax yang bertebaran di sosial media mengenai bencana di NTT, masyarakat maupun pemerintah daerah harus waspada dan lebih teliti mencerna informasi yang ada.
  6. Kemendikbud harus berkomitmen memulihkan fasilitas pendidikan di daerah terdampak bencana

Sementara itu, film dokumenter yang diputar mengangkat tentang konservasi kapas dan lontar di Pulau Sabu, NTT.

Perwakilan Indonesia Stories, Taufan Agustiyan Prakoso menjelaskan bahwa film tersebut juga adalah alat untuk merefleksikan kembali tentang keindahan alam NTT dengan segala persoalannya.

“Kontribusi dari Indonesia stories berupa film dokumenter berlatar belakang budaya di pulau Sabu. Tujuannya adalah untuk merefleksikan kembali betapa dahsyatnya potensi yang ada di NTT yang kebetulan kali ini mendapat ujian dari Tuhan yang Maha Esa,” ungkap Taufan.

Taufan pun berharap bisa terus menjalin komunikasi dengan orda NTT se-Malang Raya, untuk membangun ide bagi perkembangan NTT kedepannya.

BACA JUGA: Sumbar Kirim Bantuan Rendang 1,5 ton Untuk Korban Bencana NTT

“Malam ini merupakan momentum yang luar biasa bagi teman-teman mahasiswa dari NTT yang berada di Malang. Karena hikmah dari bencana yang terjadi menjadi pengerat antara sesama teman-teman dari NTT. Saya salut karena teman-teman begitu cepat, tanggap terhadap peristiwa yang ada,” ujar Taufan.

“Semoga ke depan teman-teman orda NTT dengan Indonesia stories bisa terus menjalin komunikasi untuk bertukar pikiran mengenai strategi apa yang berkaitan dengan media yang efektif untuk turut memberikan kontribusi terhadap pembangunan di NTT,” tutupnya.(nd2/lna)