FKUB Batu Raih Harmony Award, Bakal Bentuk Desa Kerukunan Beragama di Tulungrejo

  • Whatsapp
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menerima kunjungan dari pengurus FKUB Kota Batu setelah mendapat penghargaan Harmony Award dari Kemenag RI.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Kemenag RI menganugerahkan penghargaan Harmony Award kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Batu. Penghargaan itu diterima FKUB Kota Batu pada 3 Januari 2021 di Kantor Kemenag RI, DKI Jakarta.

Baca Juga

Penghargaan tersebut diberikan kepada Kota Batu melalui FKUB karena keberadaan desa kerukunan umat beragama di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Ketua Dewan Pembina FKUB Batu, Punjul Santoso mengatakan, setelah mendapatkan penghargaan, para pengurus FKUB mendatangi ruang kerjanya. Kedatangannya untuk silaturahmi dan sekaligus melaporkan penghargaan yang telah diraih.

“Seluruh pengurus FKUB Batu sudah datang ke saya. FKUB mendapatkan Harmony Award dari Kementerian Agama saat Hari Amal Bhakti Kemenag pada 3 Januari di Jakarta. Hanya ada lima daerah yang dapat,” papar Punjul.

Bagi Punjul, penghargaan ini merupakan sesuatu yang membanggakan karena FKUB Batu baru dibentuk sekian tahun lalu namun kinerjanya telah menuai hasil. Prestasi yang dituainya itu merupakan apresiasi yang luar biasa kepada Kota Batu.

“Kami akan membentuk Desa Kerukunan Umat beragama lain selain di Desa Mojorejo. Sudah ada keinginan Tokoh Masyarakat di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo. Tidak terlalu lama lagi kami akan datang ke sana untuk silaturahmi dengan tokoh-tokoh setempat,” papar Punjul.

Dikatakan Punjul, kerukunan di tengah masyarakat sangat vital fungsinya. Terutama kerukunan antar umat beragama. Kota Batu harus menjadi contoh bagi daerah lain terkait kerukunan umat beragama.

Di Kota Batu Ada Sekolah Kristen, Budha, Katolik dan Islam

“Di Kota Batu ada sekolah Kristen, Budha, Hindu, Islam dan Katolik. Masyarakat di sini toleransinya tinggi, saat perayaan hari besar, saling menjaga. Kerukunan harus dirawat karena kalau sampai terjadi gesekan sedikit saja, bisa menyebar luas,” terangnya.

Dikatakan Punjul, tidak ada kelompok agama tertentu di Kota Batu yang begitu fanatik dengan urusan politik. Katanya, para pemeluk agama di Kota Batu sudah mengetahui porsinya masing-masing.

“Karena masing-masing sudah tahu porsinya, sekalipun beragama Islam, tidak masuk ke parpol yang berafiliasi Islam. Di Kota Batu ini lebih melihat sosok atau figurnya. Saya melihat figur karena kedekatan tokoh agama dan masyarakat sangat baik dan inilah yang terjadi di Kota Wisata Batu,” tutupnya.

Dikutip dari laman resmi Kemenag RI, pemberian Harmony Award sudah berlangsung sejak 2015. Kemenag RI selalu memberikan penghargaan kepada Pemda dan FKUB sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi dan kontribusi mereka dalam merawat dan menguatkan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Melalui Harmony Award, Kemenag ingin melihat sejauh mana peran dan partisipasi serta kontribusi Pemda dan FKUB di berbagai daerah dalam pemeliharaan kehidupan keagaman dan penguatan kerukunan umat beragama.

Terkait FKUB, variabel penilaian antara lain terkait pelaksanaan tugas dan fungsi FKUB dalam PBM No 9 dan 8 Tahun 2006, inovasi program, serta fungsi deteksi, mediasi, rekonsiliasi, dan rekomendasi. Selain itu, ada juga variabel penyelesaian isu, kasus kerukunan yang berkembang di berbagai daerah.(wok/aka)