Fatalitas Rendah, Tak Ada Antrean Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Kota Batu

  • Whatsapp
Tim pemulasaran Covid-19 melakukan pemakaman jenazah Covid-19 dengan SOP protokol kesehatan ketat
Tim pemulasaran Covid-19 melakukan pemakaman jenazah Covid-19 dengan SOP protokol kesehatan ketat
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU– Tingkat fatalitas karena Covid-19 di Kota Batu terbilang cukup rendah. Kondisi ini tak memicu antrian pemulasaraan jenazah Covid-19 puluhan jam seperti di Kota Malang.

Ketua Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu, Abdul Mutolib mengatakan, pemulasaraan jenazah Covid di Kota Batu sedikit setiap hari. Maka tak ada antrian panjang untuk penanganan pemulasaraan jenazah Covid-19 di Kota Batu.

Baca Juga

Ia mengatakan, PMI Kota Batu, termasuk bagian dari tim pemulasaran jenazah Covid-19 yang ditunjuk Pemkot Batu melalui Dinsos Kota Batu. Tholib menerangkan, per hari rata-rata pemulasaran jenazah Covid-19 hanya berkisar satu hingga dua jenazah saja.

“Terkadang juga tidak ada. Namun, pernah sekali melakukan pemulasaraan hingga enam jenazah. Tetapi hanya sekali itu saja yang paling banyak,” ungkap dia dilansir Nusadaily.com.

Kata dia, di Kota Batu saat ini ada dua tim untuk melakukan pemulasaraan jenazah. Setiap tim itu terdiri dari 8 orang. Dengan rincian dari PMI sebanyak empat orang, pihak kecamatan tiga orang, dan satu orang dari Kemenag Kota Batu yang bertindak sebagai modin atau pembaca doa. 

“Dari delapan orang tersebut merupakan tim utama, atau tim inti. Sedangkan untuk tim kedua terdiri dari unsur Tagana dan masyarakat. Anggotanya juga berjumlah sebanyak delapan orang,” katanya. 

Meski begitu, kedua tim itu sama-sama turun ketika melakukan pemulasaraan jenazah Covid-19. Ini karena kondisi medan Kota Batu yang sangat berat. Dengan kondisi medan yang berada di kawasan pegunungan. 

“Kalau turun hanya satu tim saja tidak mampu jika harus menghadapi medan berat. Maka perlu tambahan bantuan, kerjanya langsung dua tim. Total 16 orang setiap pemulasaran,” kata dia.

Sementara itu, dengan kewalahannya Kota Malang dalam melakukan pemulasaraan jenazah. Saat ini, ketika ada pasien Covid-19 asal Kota Batu yang meninggal di salah satu RS di Kota Malang. Maka akan diambil secara mandiri oleh tim pemulasaraan Kota Batu. 

“Sebelum Kota Malang mengalami kewalahan seperti saat ini, begitu ada orang Batu yang meninggal di Malang pasti diantarkan oleh mereka. Akan tetapi dengan kewalahannya mereka saat ini, kami mengambil sendiri jenazah yang berasal dari Kota Batu,” ujarnya. 

Untuk proses pemulasaraan sendiri mulai dari korban meninggal  penggalian kubur paling cepat hanya memerlukan waktu satu jam.  Untuk waktu pemulasaraan tinggal menunggu petugas yang melakukan penggalian kubur saja. 

“Jika mereka cepat maka proses pemulasaraan satu jam sudah selesai. Jika sedikit lama mungkin prosesnya memerlukan waktu selama tiga jam. Itu sudah paling lama,” imbuh dia. 

Dirinya juga mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan pemulasaraan jenazah Covid-19 Kota Batu sebanyak 126 orang. Sementara itu, semenjak penerapan PPKM diberlakukan. Kota Batu hanya mengalami penambahan pasien meninggal akibat Covid-19 sebanyak empat orang. 

Berdasarkan surat Menteri Keuangan RI. No S-275/MK.02/2020, perhitungan tarif khusus untuk pemulasaraan jenazah, biayanya Pemulasaraan jenazah Rp 550.000, Kantong jenazah Rp 100.000, Peti jenazah Rp 1,75 juta, Plastik erat Rp 260.000, Desinfektan jenazah Rp 100.000, Transport mobil jenazah Rp 500.000, Desinfektan Rp 100.000.

“Untuk satu kali melakukan pemulasaraan jenazah Covid-19. Kurang lebih memerlukan 16 liter desinfektan yang telah dicampur dengan air. Atau terdiri dari kurang lebih setengah liter desinfektan murni,” ujarnya. 

Semenjak melakukan pemulasaraan jenazah dari awal pandemi Covid-19, tim pemulasaraan jenazah Kota Batu bisa dikatakan aman. Tidak ada positif Covid-19. 

“Namun pada awal Desember 2020 lalu, ada satu orang dari tim pemulasaraan jenazah yang reaktif Covid-19. Orang tersebut langsung disarankan untuk isolasi mandiri. Serta untuk petugas pemulasaraan lainnya dilakukan rapid test. Dengan hasil semuanya negatif,” terangnya. (wok/wan)