Empat Hari Diterjang Banjir, Warga Sooko Mojokerto Akhirnya Nikmati Air Bersih

  • Whatsapp
air banjir
Warga Desa Tempuran, Kecamatan Sooko antre untuk mendapatkan air bersih di tengah banjir yang tak kunjung surut. (din/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Sebanyak 5.000 Liter air bersih dikirimkan ke ratusan warga yang terdampak banjir luapan Sungai Watudakon dan Avur Jambok di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko.

Tampak puluhan warga mengantrekan galon maupun bak kosong yang dimiliki untuk mendapatkan pasokan air bersih yang tak kunjung diterima sejak empat hari lalu.

Baca Juga

Salah satunya Suparti (49) warga Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko yang rumahnya sudah sejak Jumat, 1 Januari lalu terendam banjir. Dirinya rela antre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari kepolisian, yang dipergunakan untuk MCK.

BACA JUGA: Puluhan Rumah Warga di Kudus Kebanjiran, Usai Tanggul Sungai Gelis Jebol

“Ya alhamdulilah, baru sekarang dapat bantuan. Apalagi air bersih, gak bisa mandi dari kemarin. Soalnya airnya sudah masuk ke rumah, kalau buat minum beli,” ucapnya, pada nusadaily.com, Senin, 4 Januari 2021.

Ia menyebut, tak hanya kesulitan air bersih saja, gatal-gatal juga mulai dirasakan sejumlah warga yang tak mengungsi dan memilih menetap di kediaman.

“Ini juga sudah mulai gatal-gatal kaki, soalnya kan airnya gak surut-surut malah tambah tinggi,” keluhnya.

Sementara Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, mengatakan pihaknya bersama TNI dan pemerintah terkait mencoba mengalirkan sebanyak 5.000 liter air yang akan langsung didistribusikan ke warga-warga yang terdampak banjir.

“Hari ini ada 5.000 liter air bersih yang kami kirimkan untuk warga, semoga bisa bermanfaat. Ada juga mie instan dan beras yang nanti akan dimasak di DU,” ucap Dony.

BACA JUGA: Banjir Melanda 5 Wilayah Kecamatan di Cirebon

Ia menyebut, pihaknya langsung melakukan pengecekkan untuk memberikan bantuan sosial ke masyarakat yang tertimpa bencana alam ini. Pemerintah juga akan melanjutkan normalisasi yang tak selesai, dikarenakan intensitas hujan yang tinggi sehingga menghambat pekerjaan tersebut.

“Setiap hari kita akan kirim air bersih nya, sampai kondisi banjir selesai. Tanggul juga akan dilakukan upaya pembangunan lanjutan kata pemerintah setempat, agar kondisi ini bisa teratasi,” pungkasnya. (din/lna)