Rabu, Desember 1, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaRegionalDua Tahun Kinerja Kabinet Indonesia Maju, Korpus Bemnus: Kami Berharap Audiensi Langsung...

Dua Tahun Kinerja Kabinet Indonesia Maju, Korpus Bemnus: Kami Berharap Audiensi Langsung dengan Presiden

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara menganggap dua tahun kinerja Kabinet Indonesia Maju masih banyak pekerjaan rumah. Di antaranya kementerian pendidikan kebudayaan, dan riset, kementerian BUMN, dan kementerian kesehatan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Eko Pratama Koordinator pusat (Korpus) BEM Nusantara menyebutkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset (Kemdikbud Ristek) diberi rapor merah. Lantaran program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Yang terus digaungkan belum menunjukkan perkembangan yang jelas. Kemdikbud Ristek juga belum serius untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka.

Sementara, Kementerian BUMN di bawah pimpinan Erick Thohir saat ini, lanjut Eko, dianggap cukup konyol. Pasalnya bukan untung yang didapat, malah kerugian terus membengkak.

“Ada pula kementerian Kesehatan yang dipimpin Budi Gunadi Sadikin terang tidak serius untuk pemerataan vaksinasi. Kemenkes seolah menjadikan tolak ukur angka penurunan covid-19 sebagai keberhasilan. Padahal di lapangan masih banyak yang belum melakukan vaksin,” ucapnya.

BEM Nusantara melalui Eko Pratama memberikan beberapa rekomendasi terkait beberapa hal yang dikritisi. Pada Kementerian BUMN, Korpus BEM Nusantara mengimbau adanya proses transformasi yang jelas dan konkrit.

Internal BUMN Banyak Dihuni Pemegang Jabatan Ganda

Dia menambahkan, BUMN mestinya perhatian pada internalnya yang banyak dihuni pemegang jabatan ganda.
 
“Untuk dunia pendidikan sendiri, mas Menteri Nadiem Makarim memang perlu untuk segera restrukturisasi kementerian. Perjelas kembali orientasi dan tujuan dari program MBKM yang semestinya bisa meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, Kemdikbud Ristek segera serius untuk melakukan pembelajaran tatap muka dengan kondisi yang sudah sangat memungkinkan ini,” ia membeberkan.
 
Sedangkan, dari segi kesehatan yang juga cukup vital Eko mengharap proses vaksinasi yang masif. Untuk promosi vaksin memang perlu melibatkan semua pihak. Tapi untuk vaksinasinya sendiri Kemenkes harus memperkuat tenaga, fasilitas, dan penunjang kesehatan sendiri. 
 
Terpisah, Ahmad Faruuq sebagai koordinator daerah Jawa Timur menyatakan dua tahun kinerja Jokowi-Ma’ruf ini tidak ada perkembangan.

“Sudah dua putaran Jokowi sebagai presiden. Kini di periode kedua genap dua tahun menjalankan roda pemerintahan. Namun, kami belum merasakan perubahan yang berarti. Jokowi saya rasa perlu untuk bertatap muka dengan mahasiswa agar bisa peka pada kondisi Indonesia saat ini,” katanya.(din/aka)
 

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR