Dua Organisasi Jasa Konstruksi Kota Batu Pilih Merger

  • Whatsapp
Ketua Gapeknas Kota Batu Edwin Setyo Adwiranto (dua dari kiri) dan Ketua Gapensi Kota Batu Hendra Angga Sonatha (dua dari kanan) memproklamirkan wadah baru Gabungan Asosiasi Jasa Konstruksi Kota Batu
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KOTA BATU- Merger organisasi dilakukan Gapeknas dan Gapensi di Kota Batu. Dua organisasi jasa konstruksi tersebut melebur dan memproklamirkan diri sebagai Gabungan Asosiasi Jasa Konstruksi Kota Batu, Jum’at 25 September 2020.

Munculnya wadah baru itu sekaligus untuk mendesak Pemkot Batu memberi ruang bagi sumber daya manusia asal Kota Batu. Tentunya ruang tersebut terkait pelaksanaan proyek pembangunan. 

Baca Juga

Selama ini Pemkot Batu terkesan menyisihkan kontraktor asal Kota Batu. Pemkot Batu lebih memilih membuka diri pada perusahaan luar daerah dalam pelaksanaan proyek pembangunan.

Ketua Gapeknas Kota Batu, Edwin Setyo Adwiranto mengatakan, pil pahit dirasakan pelaku jasa konstruksi asal Kota Batu yang dinilai inferior. Sehingga hanya berpangku tangan di tanah kelahirannya sendiri. Sedangkan kontraktor asal luar Batu menjadi dominan.

Gabungan Asosiasi Jasa Konstruksi Kota Batu menilai perlunya regulasi agar kontraktor asal Kota Batu memiliki peran lebih luas dalam pembangunan di kotanya sendiri. Di sisi lain, pihaknya tengah menggodok program pelatihan tenaga ahli berkaitan dengan Sertifikat Keterampilan (SKT) dan Sertifikat Keahlian (SKA) di bidang jasa konstruksi. 

“Kami lebih mengacu pada program untuk menjaga kualitas pembangunan di Kota Batu,” terangnya, Jumat (25/9/2020) dilansir Nusadaily.com.

Dengan dilibatkannya sumber daya manusia yang ada di Kota Batu maka akan memperlancar sirkulasi keuangan Kota Batu sendiri. Apalagi, pada akhirnya pembangunan yang dilakukan akan dinikmati oleh masyarakat Kota Batu sendiri.

Edwin menyadari tidak semua proyek dapat dikerjakan oleh kontrakor asal Kota Batu. Kontraktor asal luar kota tetap dibutuhkan, namun kontraktor asal Kota Batu sendiri seyogyanya menjadi prioritas.

Laju pembangunan yang menujukkan eskalasi, membuat Kota Batu bertiwikrama menjadi kawasan potensial menanamkan investasi. Namun, nilai investasi yang mengalir tak sebanding dengan perbaikan kesejahteraan masyarakat Kota Batu.

Sekretaris Gapeknas Kota Batu, AA Arthur J Tampi menceritakan pengalamannya, invenstasi yang masuk ke Kota Batu, seringkali dikerjakan pihak luar kota. Ia pun mengharapkan pekerjaanya dapat dilaksanakan oleh orang Kota Batu.

“Kami ingin menggerakan pemerintah agar ada kebijakan pembangunan di Kota Batu yang melibatkan orang lokal, seperti di Lumajang. Di sinilah fungsinya asosiasi untuk mendorong regulasi investasi yang melibatkan pengusaha lokal,” terangnya.

Ketua Gapensi Kota Batu, Hendra Angga Sonatha berpendapat, perlu keterlibatan dari semua pihak dan kerja bersama untuk menentukan arah pembanguna Kota Batu secara holistik. Keterlibatan generasi muda juga tak boleh dinegasikan dalam menata pembangunan di Kota Batu.

“Tanggungjawab kita membuat anggota lebih baik dan maju supaya bisa eksis dalam pembangunan,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi ini suatu penanda untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur serta suprastruktur. Sehingga pelaku usaha jasa konstruksi asal Kota Batu bisa turut andil di rumahnya sendiri. (wok/wan)

Post Terkait

banner 468x60