Dua Kementerian Tinjau Kesiapan Pemkot Batu Realisasikan Revitalisasi Pasar

  • Whatsapp
Walikota Batu Dewanti Rumpoko mengikuti pertemuan bersama perwakilan dari dua kementerian yang membahas rencana pembanguan Pasar Induk Kota Batu.
banner 468x60

KOTA BATU- Revitalisasi Pasar Besar Batu semakin mendekati realisasi pembangunan di tahun 2021. Pemkot Batu juga mendapat angin segar dan semakin memantapkan langkah setelah perwakilan Kementerian Perdagangan dan Kementerian PUPR berkunjung ke Balaikota Among Tani (BAT) Kota Batu (Selasa, 24/11).

Baca Juga

Kedua kementerian itu telah meninjau lokasi pasar serta melihat kesiapan Pemkot Batu untuk menjalankan revitalisasi Pasar Besar Kota Batu. Kunjungan kerja dua kementerian terkait revitalisasi Pasar Besar Kota Batu itu, disambut Walikota Batu Dewanti Rumpoko di rupatama lantai V BAT.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Syailendra mendukung pembanguna pasar karena prinsipnya sebagai ruang penggerak roda perekonomian. Pihaknya mengiginkan agar spesifikasi pembangunan berkaliber SNI.

“Mulai dari sanitasi, ruang-ruang ukur, timbang dan lainnya yang menjadi standar. Dan yang kami inginkan karena ini kota wisata kita berharap bisa mengakomodir kearifan lokal,” urai Syailendra.

Pihaknya ingin agar konsep bangunan mengusung konsep ramah lingkunngan dan membuat nyaman siapa pun yang berkunjung. Lebih lanjut, Kota Batu ingin dijadikan pilot project pembangunan pasar yang ramah lingkungan.

“Kami ingin mengubah prototype pasar pasar. Memang ada yang perlu dilakukan terkait pembangunan pasar induk di Batu ini, secara teknis dibangun dengan kearifan local,” tutur dia.

Sementara itu, Direktur Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Iwan Suprijadi ingin wajah baru Pasar BesarKota Batu dapat menarik wisatawan dan investasi masuk. Terlebih Kota Batu memiliki daya pikat yang ditawarkan pesona alamnya dan udaranya yang sejuk.

“Jangan sampai seperti Bali, tidak ada pengendalian ruang dan pemandangannya monoton disesaki hotel-hotel. Ttermasuk juga terkait mitigasi bencana karena kontur di Kota Batu ini cukup menarik,” papar dia.

Pihaknya menyetujui dan melewati penyusunan DIPA dan akan dibentuk payung hukum oleh Setneg pertengahan 2021 nanti.

Ada Revisi Anggaran dan Pengajuan Tender

“Ada revisi anggaran dan pengajuan tender. Kami jaring dulu untuk pembahasan terkait pasar,” ujar dia.

Pembangunan Pasar Besar Kota Batu dianggarkan Rp 200 miliar dari APBN. Iwan mengatakan, tak hanya konsep bangunan hijau saja yang dijadikan parameter. Melainkan sirkulasi udara, sanitasi dan pengelolaan sampah.

“Karena pasar ini indikator Adipura juga, dan mungkin yang perlu kita adaptasi yakni protokol kesehatan sebisa mungkin tidak berkerumun,” kata dia.

Bangunan pasar yang baru akan disediakan lift dan eskalator karena memiliki ketinggian tiga lantai. Sehingga ia mengusulkan harus ada manajemen divisi khusus perawatan bangunan.

“Kondisi pasar kan basah biasanya, ini bisa menimbulkan resiko kalau tidak diikuti perawatan,” terang dia.

Selain itu perlu dilakukan manajemen mitigasi semisal antisipasi terjadinya musibah kebakaran dengan pemasangan alat proteksi. Jalur evakuasi juga perlu diperhitungkan demi keselamatan pengunjung. Apalagi pasar ini dikemas sebagai destinasi wisata dan tentunya menarik kunjungan wisatawan.

“Jangan sampai, ketika terjadi suatu musibah, tidak siap sehingga dari segi arsitektur harus ada perencanaan yang matang. Kami ada tim terkait struktur, kendala bangunan, bangunan hijau, mekanikal elektrikal. Dan mohon kesediaan dari tim untuk koordinasi intensif dengan kami,” papar dia.

Bagi Walikota Batu, Dewanti Rumpoko, pertemuan ini sebagai penyelarasan hal teknis pembangunan Pasar Besar Batu. Ia mengatakan penyelarasan itu meliputi bangunan yang mengusung konsep ramah lingkungan, ramah gender, dan ramah disabilitas.

“Akan dilakukan perbincangan lanjutan membahas hal teknis. Mudah-mudahan, 2021 anggaran ada untuk pembangunan. Apa berasal dari anggaran murni atau realokasi dari anggaran program yang tak terserap,” ujar Dewanti usai menggelar pertemuan bersama perwakilan dari dua kementerian itu.

“Pasar sangat perlu direnovasi. Anggaran Rp 200 miliar itu untuk keseluruhan, baik bangunan induk maupun areal penunjang. Sesuai arahan Pak Dirjen tadi, pasar ini diharapkan beroperasi 24 jam,” lanjut dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, setelah penyelarasan, maka konsultan pembangunan dan DPKPP Kota Batu akan memaparkan DED hasil penyelarasan. Jika rancangan DED sudah berada pada titik temu maka pembangunan bisa dijalankan. Ia tak memungkiri jika ada perubahan DED, hanya saja perubahan tak terlalu signifikan.

“DED bisa saja diubah tapi tidak signifikan. DED penyelarasan ditunggu sampai rampung, tidak langsung disosialisasikan kepada pedagang. Kalau belum rampung, disosialisaikan nanti berubah lagi, nanti salah lagi,” papar dia.(wok/aka)

Post Terkait

banner 468x60