Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaRegionalDPRD Kabupaten Malang Evaluasi BPBD, Soal Serapan Rendah Dana Pemakaman Covid-19

DPRD Kabupaten Malang Evaluasi BPBD, Soal Serapan Rendah Dana Pemakaman Covid-19

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MALANG – Soal serapan anggaran pemakaman bagi korban yang meninggal karena Covid-19 memang masih terhitung rendah. Hal ini membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang mengimbau kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang agar mensosialisikannya lebih baik lagi ke masyarakat luas.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Berdasarkan laporan yang diterima oleh DPRD Kabupaten Malang, anggaran tersebut masuk ke dalam alokasi anggaran Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana.

Dimana seperti yang telah dihimpun nusadaily.com sebelumnya, anggaran yang melekat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang tersebut berjumlah Rp 2.208.501.700.

Sedangkan anggaran yang dialokasikan untuk tim pemakaman pasien terpapar Covid-19 sebesar Rp 1.185.521.400. Yang hingga saat ini baru terserap sekitar 6 persen atau sebesar Rp 75.200.000.

“Penyerapan anggaran yang bersumber dari APBD tahun 2021 senilai Rp 1,18 miliar, artinya tidak sampai 10 persen. Angka tersebut sangat rendah sekali,” ujar Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang, Zia Ulhaq, siang ini, Kamis (2/9/2021)

Pria yang juga menjadi Anggota Banggar DPRD Kabupaten Malang ini menilai bahwa rendahnya serapan pada alokasi anggaran tersebut dikarenakan tidak ada masyarakat yang mengajukan permohonan untuk menyerap anggaran tersebut. Menurutnya, hal itu juga lantaran BPBD dinilai minim melakukan sosialisasi.

Penyerapan Anggaran Pemakaman Covid-19 Rendah

“Penyerapan anggaran pemakaman Covid-19 di tahun ini sangat rendah. Hal itu karena masyarakat tidak tahu. BPBD jangan menunggu pengajuan dari masyarakat. Kalau bisa jemput bola dengan menginformasikan terhadap masyarakat melalui Pemerintah Desa atau Kelurahan, bagaimana cara untuk mengklaim dana tersebut, apa saja syarat-syaratnya. Wong dananya sudah ada,” terang Zia.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan pada satgascovid19.malangkab.go.id, dari 13.552 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Malang, ada sebanyak 819 masyarakat yang meninggal. Dengan tingkat kesembuhan mencapai 90 persen, atau sebanyak 12.254 orang.

Sedangkan untuk mekanisme penyerapannya, Zia menyebut bahwa masyarakat bisa melakukan pengajuan melalui perangkat daerahnya. Melalui Pemerintah Desa atau Kelurahan, dilanjutkan ke Kecamatan hingga ke BPBD selaku pemilik anggaran.

“Waktu evaluasi lalu, BPBD menjawab kalau tidak ada masyarakat yang mengajukan. Ya kami beri saran saja, bisa saja seandainya BPBD itu memberikan surat edaran ke semua desa dan kelurahan jika ada warganya yang meninggal karena Covid-19. Ada anggaran yang disediakan oleh Pemda (Pemerintah Daerah),” tutupnya. (aje/aka)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR