DPKP Kota Batu Siapkan Program Wujudkan Petani Milenial

  • Whatsapp
DPKP membentuk Taruna Tani di delapan desa Kota Batu. Hal ini untuk mencetak generasi muda sebagai petani milineal
DPKP membentuk Taruna Tani di delapan desa Kota Batu. Hal ini untuk mencetak generasi muda sebagai petani milineal
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kota Batu menyusun program-program untuk mencetak generasi muda sebagai petani milenial. Kepala DPKP, Sugeng Pramono menerangkan, ada delapan desa di Kota Batu yang memiliki Taruna Tani, sebuah program yang menggerakan anak muda untuk bertani. Delapan desa itu terdiri atas Sumber Brantas, Pandanrejo, Giripurno, Bulukerto, Torongrejo, Pendem, Pesanggrahan dan Dadaprejo.

“Di Batu lumayan banyak. Kami kirimkan lima anak muda ke Kementan untuk ikut lomba. Kemudian ada juga petani yang mau dimagangkan ke Jepang. Itu kami kirim delapan rencananya,” ujar Sugeng dilansir Nusadaily.com.

Bacaan Lainnya

Sebelum berangkat ke Jepang, akan ada survey terlebih dahulu oleh Balai Besar Penyuluhan Pertanian Ketindan Lawang. Para anak muda yang berangkat ke Jepang nanti tidak sekadar belajar pertanian saja, tapi juga belajar teknologi pertanian.

Menurut Sugeng, para petani milenial harus dibekali dengan pengetahuan teknologi. Mengingat era saat ini sangat erat dengan kebutuhan teknologi. Hasil pertanian pun akan lebih bermanfaat jika dipadu dengan sentuhan teknologi, entah itu proses produksi maupun pemasaran.

Target Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan adalah memiliki kader petani milenial di setiap desa atau kelurahan di Kota Batu. Saat ini, ada dua pemuda pelopor tani di delapan desa tersebut.

Mereka bisa menjadi inspirasi bagi yang pemuda lain untuk menggeluti dunia pertanian. Sugeng menegaskan, para petani milenial dikonsep untuk mengenal investasi dan integrated farming yakni integrasi antara ternak, perikanan dan tanaman.

“Kaderisasi memang harus ada. Kami siapkan pemuda pelopor di masing-masing desa. Tidak hanya kader, mereka juga punya inovasi baru misal masalah digital atau teknologi IT. Kami membentuk pelopor pemuda tani sejak 2018 sebagai inisiatif regenerasi pertanian,” paparnya.

Para petani milenial yang menjadi kader Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mendapatkan pelatihan dan pembekalan.

“Pembekalan kami siapkan untuk bisa eksis di masing-masing desa. Kemudian bisa mengajak petani muda yang lain. Kalau pelatihan, peningkatan soft skill missal tentang agribisnis. Mereka juga kami kasih tugas, melaporkan usaha taninya setiap bulan, terus ada sedikit honor,” paparnya. (wok/wan)