DPK dan Kredit Tumbuh, Angin Segar Bagi Perekonomian Malang Raya

  • Whatsapp
pinjol malang
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Sugiarto Kasmuri. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Adanya kelonggaran aturan terkait kegiatan perdagangan dan lainnya, menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Malang Raya. Hingga bulan Februari 2021, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kredit mulai menunjukkan iklim positif dengan menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, sepanjang bulan Januari 2021, total DPK yang diterima sebesar Rp 81,9 Miliar, yang terdiri dari Bank Umum Konvensional (BUK), Bank Umum Syariah (BUS), BPR Konvensional dan BPR Syariah.

Baca Juga

BACA JUGA: Jelang Hari Raya Idul Fitri, OJK Malang Ajak Masyarakat Waspada Pinjaman Online

“Sementara, sepanjang bulan Februari 2021, dari sisi perbankan, pertumbuhan DPK di catatan kami mencapai 9,67 persen,” jelas dia.

Artinya, kata Sugiarto, dana perbankan yang selama ini tersimpan sudah mulai bisa disalurkan kembali ke masyarakat. “Dana yang tersimpan di bank mulai berkurang. Dulu, sekitar dua digit, sekarang tinggal sembilan persen. Sehingga, sudah mulai meningkatkan pertumbuhan kredit,” papar dia.

Saat ini, sepanjang bulan Maret 2021, pertumbuhan kredit di wilayah Malang Raya juga mulai tumbuh, yakni sebesar tiga persen, dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,52 persen.

“Dengan adanya pertumbuhan kredit, kami berharap, aktivitas masyarakat kembali normal, utamanya pelaku UMKM yang membutuhkan modal baru dari perbankan dan lembaga jasa keuangan (LJK) yang lain. Sehingga, kegiatan ekonomi kembali berjalan dengan baik,” kata dia.

Menurutnya, penguatan potensi UMKM yang bisa dijadikan salah satu penyokong ekonomi. Sebab, untuk menjaga stabilitas ekonomi, kredit perbankan harus tumbuh di angka tujuh hingga delapan persen.

BACA JUGA: Program Vaksinasi Covid-19 Diharapkan Mampu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Malang Raya

“Pertumbuhan kredit bagi UMKM cukup besar. Saat ini, OJK, BI dan pemerintah membuat berbagai kebijakan untuk stabilitas sistem ekonomi. Salah satubya, memberikan keringanan pelaku UMKM dalam membayar kredit. Sehingga, diharapkan, pertumbuhan ekonomi. Salah satunya, memberikan keringanan pelaku UMKM dalam membayar kredit. Sehingga, diharapkan, pertumbuhan ekonomi bisa terus membaik,” tandas dia.

Selain itu, optimisme pertumbuhan ekonomi juga bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor.

“Ada konsumsi pengeluaran pemerintah dan ekspor impor. Itu yang membuat optimis,” kata dia.(nda/lna)