DLH Kota Batu Gandeng Perguruan Tinggi untuk Menangani Pengelolaan Cairan Lindi TPA Tlekung

  • Whatsapp
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko meninjau kolam pengolahan air lindi di TPA Tlekung saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada Minggu lalu (21/2).
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mengaku telah menggandeng tenaga ahli yang berkompeten di bidang lingkungan untuk menangani persoalan cairan lindi TPA Tlekung. Cairan lindi TPA Tlekung diindikasi mencamari aliran Sungai Sabrangan.

Kepala DLH Kota Batu, Aries Setyawan mengatakan, digandengnya tenaga ahli dari peguruan tinggi ini merupakan arahan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. “Kami menggandeng tenaga ahli dari ITS. Konsultasi terkait permasalahan TPA Tlekung menyangkut pengelolaan air lindi,” ujar Aries.

Ia mengatakan, dari hasil rekomendasi, harus dilakukan peninjauan secara menyeluruh sistem instalasi pengolahan air lindi (IPL). Selain itu perlu normalisasi kolam pengolahan air lindi sesuai SOP pengelolaan air lindi.

“Meninjau Instalasi yang ada, begitu juga menangangi sedimentasi di kolam pengolahan harus diangkat. Diaktifkan lagi mesin aeratornya sampai kolam wetland yang ada di bawah,” tutur Aries.

Selain itu pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD terkait penggunaan biaya tak terduga (BTT). Pos anggaran itu akan dimanfaatkan untuk membenahi plengsengan yang ambrol. Sehingga air lindi merembes keluar melalui celah-celah tanah.

“Penanganan awal sudah kami perbaiki. Memang tiga hari lalu, ambrol lagi dan sudah diperbaiki lagi. Ya semoga saja tidak menetes lagi. Ini penanganan awal. Untuk membangun kontruksi itu butuh perencanaan. Anggaran kami ajukan untuk anggaran tidak terduga. Mohon sabar,” kata Aries.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko meminta, agar DLH Kota Batu harus memiliki rencana jangka panjang dan evaluasi rutin. Supaya kerusakan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan tidak terjadi lagi. Ia sudah meminta kepada Aris agar persoalan limbah segera diselesaikan.

“Ke depan harus dievaluasi apakah sampahnya terlalu banyak di tanggul. Kedua mungkin akan ada shelter baru. Tapi, perbaikannya sudah, walau sementara. Saluran pembuanganya juga sudah diputar agar air lindi mencemari aliran air,” kata Dewanti. (Wok/aka)