DLH Berikan Uang Duka Rp 10 Juta untuk Korban Tenggelam Kolam Resapan Limbah TPA Karangdiyeng

  • Whatsapp
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto memberikan langsung santunan ke keluarga Muhammad Alfian, 9 tahun. (foto: karin)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto menyerahkan santunan duka kekeluarga korban tenggelam kolam resapan limbah TPA Karangdiyeng.

Kepala DLH Pemkab Mojokerto Didik Chusnul Yakin, mengatakan pihaknya melalui Sekretaris DLH menyerahkan langsung uang duka senilai Rp 10 juta kepada keluarga yang ditinggalkan. Yakni, Nuraini yang merupakan ibu korban.

“Santunan diserahkan Sekdis DLH bersama Perwakilan Polsek, Koramil Kutorejo, Kepala Dusun Jaringansari dan Karangdiyeng. Santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian dan ikut berduka, atas meninggalnya korban yang merupakan anak semata wayang,” ungkap Didik, Senin, 25 Januari 2021.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi di lapangan, pada Sabtu, 24 Januari lalu almarhum Afiansyah bersama teman-temannya diketahui masuk area IPAL lewat jalur belakang.

Padahal selama ini area yang berada di bagian belakang TPA, terdapat larangan untuk bermain di sekitar kolam IPAL apalagi untuk berenang.

Selain itu, lanjut Didik, papan larangan juga dilengkapi dengan tali pembatas. Namun, anak-anak tidak menggubris papan larangan tersebut.

Bahkan, tali pembatas juga dinaikturunkan. Korban pun diketahui memiliki penyakit epilepsi, sehingga diduga kuat kambuh dan berujung insiden nahas tersebut.

“Mestinya memang tidak boleh untuk mainan, itu bukan kolam. Tapi namanya anak kecil, terkadang nekat. Ini akan jadi atensi bersama, agar tidak ada lagi insiden-insiden tidak diinginkan,” tegas penjabat Sekdakab Mojokerto ini.

Selain itu, Didik menambahkan sejak awal TPA Karangdiyeng beroperasi, terus meningkatkan fasilitas dan keamanan secara ketat disertai petugas jaga.

Hanya saja atas insiden ini, DLH bakal menerapkan sistem keamanan lebih ketat lagi. Bagi pengunjung anak-anak, tempat bermain telah disiapkan di area taman yang didesain sebagai fasilitas penunjang TPA Edukasi Karangdiyeng.

“Untuk sementara, TPA Karangdiyeng ditutup dari orang luar sebagai bentuk antisipasi kejadian yang tidak diinginkan terjadi berulang,” pungkasnya. (din/aka)