Disuntik Penyertaan Modal Rp 7 M, PT BWR Dinilai Masih ‘Lemah Syahwat’

  • Whatsapp
bwr dprd
Bengkel motor KWB yang berada di Jalan Kartini, salah satu unit usaha milik PT BWR yang diketahui jarang beroperasi. (istimewa)
banner 468x60

KOTA BATU – PT Batu Wisata Resource (BWR) sebagai BUMD milik Pemkot Batu yang diharapkan bisa meningkatkan PAD, nyatanya masih jauh panggang dari api. Penyertaaan modal yang dikucurkan senilai Rp 7 miliar oleh Pemkot Batu masih belum dikelola optimal. Kontribusi yang diberikan masih tak nampak signifikan.

Tak pelak, kalangan DPRD selaku pengawas anggaran, selalu menanyakan laporan keuangan PT. BWR kepada Pemkot Batu. Pasalnya laporan keuangan yang seharusnya disampaikan secara berkala itu, belum dikerjakan secara tertib oleh pihak BWR.

Baca Juga

BACA JUGA: Kinerja BWR Dipertanyakan DPRD Kota Batu

Anggota Komisi B DPRD Kota Batu, Saifuddin menuturkan, sebagai perusahaan daerah ada kewajiban untuk mengedepankan transparansi anggaran. Hal ini meliputi pemanfaatan aliran dana hingga profit yang diperoleh dari uang yang diputar.

Hingga saat ini, pihak DPRD belum tahu menahu karena laporan itu tak pernah ditujukan ke DPRD. Termasuk progres dari pengelolaan penyertaan modal. Saat RAPBD 2021, Pemkot Batu selaku penanggungjawab terhadap BUMD, juga belum menyerahkan laporan keuangan PT BWR.

“Harusnya dalam pembahasan APBD mereka juga membuat laporan yang disampaikan ke kita. Bagaimana hasil penyertaan modal? perkembangaannya seperti apa? dan labanya berapa?,” terang politisi PKS itu.

Sebelumnya, pada pertengahan Juni 2020, Komisi B merasa tercengang saat melakukan kunjungan kerja ke kantor PT BWR yang berada di lantai V Balaikota Among Tani. Dengan penyertaan modal bernilai Rp 7 miliar, laba BWR kurun waktu 2016-2019 hanya tercatat Rp 200 juta. Laba yang dihasilkan pada 2016 hanya Rp 36 juta. Terakhir di tahun 2019 hanya Rp 74 juta. PT. BWR menargetkan laba di tahun 2020 ini senilai Rp. 110 juta.

“Dengan anggaran fantastis, harusnya direksi bisa mengelola dengan maksimal dan bagus yang juga bisa memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor UMKM untuk mewadahi mereka,” seru Saifuddin.

Sementara itu, Walikota Batu Dewanti Rumpoko menuturkan, Pemkot Batu masih melakukan evaluasi dan pencermatan kepada buku laporan keuangan 2019 PT BWR. Pembukuan laporan keuangan baru dilaporkan direksi kepada Pemkot Batu dan selanjutnya disampaikan ke DPRD.

Dewanti mengatakan, reward berupa tambahan penyertaan modal akan diberikan kepada BUMD berprestasi.

“Sebaliknya bagi yang kinerjanya kurang baik akan dilakukan pembinaan supervisi, supaya kinerjanya semakin baik dan usaha bisnisnya semakin sehat,” ujar Dewanti.

Hal senada diungkapkan Dirut PT BWR Bagyo Prasasti Prasetyo, jika pihaknya masih mendapat pencermatan dan pembinaan secara rutin yang dilakukan oleh Pemkot Batu. Sehingga program BWR bisa berjalan baik.

BACA JUGA: Tepis Utangkan Modal pada Pihak Ketiga, Direktur BWR Klaim Investasi

Ia juga mengungkapkan, jika laporan keuangan selalu disampaikan ke Pemkot Batu setiap awal tahun.

“Sedangkan laporan hasil RUPS, kita lakukan pada bulan Juni 2020 setelah kita menggelar rapat yang memang dijadwalkan Juni kemarin,” imbuh Bagyo.

Bagyo mengaku jika BWR mengelola penyertaan modalnya untuk beberapa bisnis di sektor perdagangan bahan pokok, jasa kepariwisataan, ticketing, e-commerce produk pertanian, perbengkelan, supermarket, dan UMKM.

BWR sendiri diproyeksikan menyumbang pendapatan daerah. Penyertaan modal BWR disalurkan pada tahun 2016 sebesar Rp 3 miliar. Lalu, tahun 2017 sebesar Rp 3 miliar dan tambahan modal kembali saat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) ditahun yang sama sebesar Rp 1 miliar.(wok/lna/cak)

Post Terkait

banner 468x60