Disporapar Siapkan Strategi Khusus Percepat Penguatan Destinasi Wisata

  • Whatsapp
Disporapar Kota Malang, (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Selama masa pandemi covid-19, sektor perekonomian mengalami penurunan. Di Kota Malang, penurunan transaksi perdagangan sampai 50 persen. Serta, hampir lima ribu pekerja di Kota Malang dirumahkan, bahkan beberapa telah dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Dalam masa transisi adaptasi kebiasaan baru ini, Kota Malang sudah mulai membangkitkan berbagai sektor untuk menggerakkan roda perekonomian. Tak terkecuali sektor pariwisata. Sehingga, pelan tapi pasti, diharapkan potensi wisata di Kota Malang terus menunjukkan tren yang positif.

"
"

Baca Juga

"
"

Untuk itulah, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang melakukan berbagai upaya untuk menguatkan destinasi wisata. Utamanya, dalam penerapan protokol kesehatan secara ketat.

BACA JUGA: Disporapar Kota Malang Siap Fasilitasi Cashless Payment

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengungkapkan, salah satu strategi percepatan yang dilakukan untuk memperkuat destinasi wisata adalah melakukan safari promosi wisata.

“Safari akan dilakukan dengan mendatangi masing-masing destinasi wisata. Salah satunya untuk menguatkan kesiapan bagi kelompok sadar wisata (pokdarwis) di masa pandemi ini,” terang dia, dalam agenda pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata, Selasa (11/8).

Caranya, sambung dia, yakni melalui diskusi ringan dengan para Pokdarwis. Sehingga, diharapkan, pelaku industri wisata semakin tergerak untuk menyesuaikan dengan kebiasaan baru yang sudah diterapkan.

“Bulan Agustus ini, kami sudah mulai melakukan rebranding terhadap beberapa event pariwisata. Tentu masih menggunakan protokol kesehatan,” kata dia.

Selain memperkuat Pokdarwis, strategi percepatan pariwisata lainnya yang dilakukan adalah melakukan verifikasi terhadap destinasi wisata yang siap dikunjungi. Termasuk, hotel dan restoran yamg sudah siap dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari disinfektan yang harus disemprotkan secara berkala, hingga penyediaan tempat cuci tangan dan alat pengukur suhu.

“Kami verifikasi semua tempat, mulai hotel dan destinasi wisata. Sudah diberikan stiker ke mereka. Kami verifikasi agar mereka bisa lakukan kegiatan. Sehingga, pengunjung merasa aman dan nyaman,” jelas dia.

Serta, imbuh Dayu, para pelaku usaha pariwisata juga menyarankan agar para pelaku industri wisata menyiapkan hal baru bagi para wisatawan. Termasuk, beberapa hal yang bisa dibeli atau dikerjakan para wisatawan di setiap destinasi wisata.

“Sebab, hal tersebut akan menambah keinginan wisatawan untuk berkunjung,” tandas dia.

Sebelumnya, Disporapar sudah melakukan proses verifikasi jasa usaha sebanyak tiga kali.

“Kami lakukan secara bertahap, ini ketiga kalinya. Kalau ditotal, sudah ada sekitar 160 jasa usaha pariwisata yang mendapatkan verifikasi dan telah menjalankan protokol kesehatan,” terang dia.

Dengan adanya verifikasi tersebut, ia berharap, target pertumbuhan ekonomi di Kota Malang semakin menggeliat. Apalagi, di Kota Malang, sektor usaha pariwisata, khususnya kuliner terus merangkak naik.

“Kami berharap, pertumbuhan ekonomi di Kota Malang hingga akhir tahun bisa berada di angka tiga sampai empat persen,” pungkas dia.(nda/lna)

Post Terkait

banner 468x60