Disdik Sumenep Minta Sekolah Mengisi Dapodik Sesuai Realitas Sekolah

  • Whatsapp
Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar Disdik Sumenep, Abd. Kadir. (nusadaily.com/ Nurul Anam).
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur meminta sekolah – sekolah yang berada di bawah naungannya untuk mengisi dapodik sesuai realitas sekolah.

Baca Juga

“Saya berharap sekolah-sekolah mengisi Dapodik sesuai realitas di sekolah. Artinya, kalau di sekolah itu memang membutuhkan sarana dan prasarana yang dianggap urgen untuk segera ditangani,” kata Abd. Kadir, Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Disdik Sumenep, Jumat 26 Maret 2021.

Maka, lanjut Kadir, di dapodikpun harus ditulis sebagaimana adanya sesuai fakta di lapangan. “Jangan cuman karena persoalan akreditasi, mencoba menaikkan grade sekolah dengan menambah sarana prasarana sekolah hanya untuk mendapatkan nilai yang diinginkan ketika akreditasi, tapi realitas dilapangan tidak sama dengan yang diupload di dapodik,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya sudah melaksanakan sosialisasi beberapa waktu lalu. Sebab, kata Kadir, pada tahun ini sekolah-sekolah juga harus bisa, misalnya mengajukan rehab.

“Jadi pihak sekolah harus bisa menghitung, kerusakan seperti apa, kita sudah sediakan form yang bisa diisi oleh pihak sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, form tersebut nantinya di masukkan pada aplikasi. “Nama aplikasinya Krisna, untuk dicek di pusat secara keseluruhan,”imbuhnya.

Dari form itu juga, jelas Kadir, akan di verifikasi oleh pihak dinas cipta karya. Sebab, persoalan kontruksi dan tingkat kerusakan pihak dinas cipta karya lebih memahami.

“Selanjutnya nanti akan ada surat rekomendasi dan persetujuan dari dinas cipta karya, setelah itu baru bisa dimasukkan pada dapodik,” jelasnya.

Data Akan Disinkronkan

Untuk anggaran, kata dia, langsung dari pusat. Jadi, nantinya akan dilihat layak dan tidaknya atau sesuai dengan sinkronisasi data yang dimasukkan ke dapodik.

“Ada sekitar 170 lebih sekolah yang sudah mengajukan rehabilitasi, sudah masuk ke dinas cipta karya,” terangnya.

Saat ini, kata Kadir, sudah dalam proses pengimputan data, dan pada akhir bulan maret ini semua data sudah bisa dimasukkan pada aplikasi dapodik.

“Baru setelah itu, disingkronisasi di pusat, dan dicek semua kelengkapan sekolah yang terdaftar di dapodik,” tambahnya.

“Iya meskipun data yang diinput di dapodik terkadang tidak sesuai dengan yang ada di lapangan. Untuk anggaran, menyesuaikan keuangan dari pusat. Kita tinggal terima saja,” timpalnya.

Sedangkan untuk nominal anggaran, jika dibandingkan dengan dua tahun terakhir, menurun. Pada tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp 36 miliar.

“Sedangkan untuk tahun ini, hanya sekitar Rp 6 M, iya mungkin karena covid-19,” pungkasnya. (nam/aka)