Direhab, Jembatan Tulungagung-Trenggalek Bakal Tutup Dua Bulan

  • Whatsapp
Persiapan rekayasa lalu lintas penutupan Jembatan Lembu Peteng Tulungagung. (fim/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TULUNGAGUNG – Jembatan Lembu Peteng di Jalan Nasional penghubung jalur Tulungagung-Trenggalek diperkirakan akan ditutup selama dua bulan ke depan karena rehabilitasi.

Kabid lalu lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Jarmani yang dihubungi Nusadaily.com mengatakan, penutupan baru dilakukan pada Selasa (04/08) ini.

"
"

Baca Juga

"
"

Jembatan Lembu Peteng sejatinya akan ditutup mulai Senin (03/08) kemarin, namun karena terlambatnya kedatangan alat berat pengerjaan jembatan ini, penutupan ikut ditunda.

“Pokoknya sepagi mungkin kita usahakan sudah ditutup, kita tidak menyebut jam, takutnya nanti malah ada salah paham pengguna jalan,” ujarnya.

Jarmani menjelaskan, penundaan penutupan ini dimaksimalkan oleh pihaknya untuk pemasangan rambu rambu rekayasa lalu lintas.

Rekayasa lalu lintas sendiri dilakukan di 9 titik, yakni di Simpang empat jetaan dan simpang empat Cuiri kecamatan Kauman. Kemudian di simpang tiga Ngujang kecamatan Kedungwaru, lalu di simpang empat Tamanan dan Simpang empat Gleduk kecamatan Tulungagung. Serta di Pasar Wage dan yang terakhir di sekitar SMP Negeri 5 Tulungagung.

Sedangkan untuk lokasi yang ditutup total adalah Jembatan Lembu Peteng, dari arah barat maupun timur.

“Yang ditutup total ya yang di jembatan itu, dari arah barat dan timur, untuk simpang lainnya cukup dengan rambu rambu dan rambu lanjutan jika ada pengguna jalan yang terlewat,” jelasnya.

Sementara itu Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Aristianto Budi mengatakan, pihaknya telah melakukan survey sebelum rekayasa lalu lintas diberlakukan. Pihaknya meminta Dinas Perhubungan untuk menambahkan rambu dan pemberitahuan di lokasi strategis yang mengarah ke simpang yang direkayasa.

Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat dari luar kota atau masyarakat yang tidak mengetahui informasi penutupan tidak kaget. Sehingga mereka bisa memilih arah yang akan dilalui sesuai dengan tujuannya.

“Sudah kita usulkan penambahan rambu di beberapa meter sebelum lokasi rekayasa. Agar masyarakat yang tidak tau tidak kaget dan bisa memilih jalan yang sesuai dengan tujuannya,” pungkas Aris. (fim/lna)

Post Terkait

banner 468x60