Dinkes Kota Batu Belum Pastikan Vaksinasi Covid-19 Mulai Maret

  • Whatsapp
kartika
Kepala Dinkes Kota Batu, Kartika Trisulandari
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu masih menunggu kebijakan selanjutnya dari Pemerintah Pusat untuk pelaksanaan vaksinasi di tahun 2021 nanti. 18 November lalu, telah dilakukan koordinasi bersama Pemprov Jatim mengenai tahapan demi tahapan yang harus dilalui untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

“Vaksinasi bukan ditunda, hanya harus mematangkan langkah selanjutnya setelah proses pendataan penerima vaksin Covid-19 di Kota Batu,” kata Kepala Dinkes Kota Batu, Kartika Trisulandari dilansir Nusadaily.com.

Baca Juga

Kartika menuturkan, tidak ada penundaan jadwal vaksinasi. Melainkan masih menunggu tahapan selanjutnya dari pusat setelah proses pendataan penerima vaksin. Dalam tahapan pendataan Dinkes Kota Batu bekerjasama dengan Dispendukcapil Kota Batu.

Ditargetkan 80 persen penduduk dari rentang 18-59 tahun menerima vaksin Covid-19. Dinkes Kota Batu memprioritaskan kelompok penerima vaksin yang terdiri dari TNI/Polri, tokoh masyarakat, tenaga pendidik, masyarakat umum dan ASN. Kelompok tersebut diklaim sebagai kelompok berisiko.

Lebih lanjut, Kartika mengajukan Rp 2,9 miliar dalam RAPBD 2021. Anggaran itu  dialokasikan untuk pengadaan jarum suntik, alat pelindung diri dan berbagai perlengkapan penunjang lainnya.

“Kami sudah mendata dan tidak ada penundaan. Jadi kami menunggu langkah berikutnya. Setelah pendataan ya ditunggu dulu. Ya belum tahu juga,” kata Kartika.

Meski begitu, pihaknya belum tahu pasti berapa jatah yang didapat Kota Batu dari Pemerintah Pusat. Dan belum bisa memastikan pula vaksinasi dilakukan pada Maret 2021. Hal ini lantaran masih menunggu review uji coba vaksin Covid-19 tahap ketiga yang diperkirakan akan keluar pada bulan Januari tahun 2021.

Dari hasil review tersebut bisa diketahui apa perlu penyempurnaan melalui uji coba ulang atau sudah dinyatakan aman dan mutu terjamin hingga bisa didistribusikan ke daerah-daerah.

“Kalau dinyatakan aman bisa dilakukan pabrikasi oleh Biofarma kemudian didistribusikan. Pakai vaksin Sinovac,” ungkap Kartika.

Dinas Kesehatan telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk vaksinasi. Sudah ada sejumlah petugas yang dilatih saat ini. Mereka dilatih bagaimana cara menyuntik vaksin dan perihal lainnya yang berkaitan dengan vaksinasi.

Jumlah SDM di Kota Batu dinilai sudah cukup untuk melaksanakan vaksinasi. Pasalnya, perawat dan bidan bisa melakukan vaksinasi. Masyarakat tidak dipungut biaya sepeserpun saat vaksinasi.

Lebih lanjut, Kartika mengingatkan agar masyarakat disiplin menjaga protokol kesehatan. Covid-19 adalah virus yang mutasinya unik sehingga butuh waktu agak lama. Data Covid-19 di Kota Batu menunjukan angka kematian cukup tinggi, sedangkan angka penambahan cukup stabil. (wok/wan)