Dikbud Sidoarjo Keluarkan Jadwal PPDB SMP

  • Whatsapp
Asrofi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo
Asrofi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SIDOARJO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo mengeluarkan jadwal penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP Negeri di Kota Delta. Sebelum mendaftar, calon peserta didik harus menyelesaikan sejumlah tahapan pra pendaftaran. Seperti pengisian biodata dan titik koordinat calon peserta didik baru mulai 3 sampai 10 Mei 2021.

“Kami akan lakukan validasi terkait biodata dan koordinat digelar pada 4 sampai 9 Mei. Menjelang pendaftaran, kami bakal menggelar simulasi pendaftaran,” kata Asrofi, Kepala Dikbud Sidoarjo, Asrofi. Senin (3/5/2021) dilansir Nusadaily.com.

Baca Juga

Lebih lanjut, simulasi dilakukan pada 18 sampai 20 Mei 2021. Simulasi wajib bagi calon peserta didik. Jadwal pendaftaran dibagi berdasarkan jenis pendaftaran. 

Pendaftaran jalur prestasi hasil perlombaan dimulai 19 sampai 20 Mei 2021. Sementara itu, pendaftaran jalur prestasi hasil penilaian sekolah dan juga jalur perpindahan orang tua dimulai 30 Mei sampai 1 Juni. Sedangkan, untuk jalur zonasi dan afirmasi, pendaftaran dimulai 7 sampai 9 Juni 2021. 
Sebagai informasi, tahun ini PPDB SMPN di Kota Delta hampir sama dengan tahun lalu. “Ada juga jalur zonasi, afirmasi, prestasi baik prestasi hasil perlombaan maupun prestasi hasil penilaian sekolah, serta jalur perpindahan tugas orang tua,” tambah Asrofi.

Kuota jalur zonasi adalah paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolah. Jalur prestasi memiliki kuota paling banyak 30 persen dari daya tampung sekolah. Jalur afirmasi memiliki kuota paling sedikit 15 persen dari daya tampung sekolah. 

Jalur perpindahan tugas orang tua memiliki kuota paling banyak 5 persen dari daya tampung sekolah. “Untuk tahun ini, jika ijazahnya nanti belum jadi saat mendaftar, calon pendaftar tidak masalah tidak melampirkan ijazah dulu, yang penting ada keterangan mengikuti ujian sekolah,” ungkapnya. 

Pihaknya menyarankan calon siswa mulai memetakan sekolah mana yang akan dipilih. Persyaratannya juga bisa segera dilengkapi. “Untuk jalur zonasi, tahun ini pakainya harus KK, tidak surat domisili,” tegasnya. Tujuannya, mengantisipasi ada yang pindah alamat dadakan untuk masuk SMPN yang diinginkan. (ful/wan)