Dewan Usulkan kepada DLH Agar Konsep Penataan Taman Lebih Terarah

  • Whatsapp
Rombongan Komisi C DPRD bersama DLH Kota Batu meninjau Taman Hutan Bondas (Rabu, 13/1).
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU- Komisi C DPRD Kota Batu bersama DLH Kota Batu melakukan peninjauan di taman separator jalan yang berada di Jalan Sultan Agung, Kota Batu. Tinjauan itu berkaitan dengan konsep penataan taman di lokasi tersebut.

Baca Juga

Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari mengatakan perlunya perbaikan taman Jalan Sultan Agung. Politisi PDIP itu, mengharapkan kawasan tersebut bisa dibuat seperti kawasan Jl Ijen di Kota Malang.

“Terutama terkait penataan bunga. Taman Hutan Kota Batu juga perlu direhab biar ada pengkayaan tanaman dan juga edukasinya,” kata dia.

Ia membandingkan taman separator jalan tersebut dengan daerah-daerah lainnya yang pernah dikunjunginya seperti taman di Surabaya atau Balikpapan. Menurutnya, taman-taman di sana banyak dikelola oleh warga asal Kota Batu.

“Semestinya penataan taman di Kota Batu bisa lebih baik lagi. Memang diperlukan SDM yang secara khusus memiliki kapasitas penataan taman,” ujar dia.

Selanjutnya, dari titik tersebut, rombongan Komisi C dan DLH beranjak meninjau Taman Hutan Bondas Kota Batu. Anggota Komisi C, Sujono Djoenet mengatakan, penataan di taman hutan itu melenceng dari konsep awal.

Taman Hutan Kota awalnya didesain menjadi taman sehat karena menyatu dengan area komplek olahraga. Sayangnya, taman sehat itu tidak ditopang oleh keberadaan tanaman toga.

Taman Hutan Kota Batu terletak di lingkungan olahraga. Ada Stadion Brantas, GOR Gajah Mada, dan kantor KONI Batu yang memiliki sejumlah tempat olahraga seperti tinju.

Djoenet meminta kepada DLH Kota Batu untuk memperkaya tanaman di Taman Hutan Bondas. Tanaman toga menjadi prioritas yang harus ditempatkan di area tersebut.

“Tentang Taman Hutan Kota Batu ini, berada di kawasan olahraga. Olahraga adalah kesehatan, maka akan lebih bagus ketika taman ini tidak jauh konsepnya dengan hal kesehatan,” ujar Jonet.

Pengkayaan tanaman toga diharapkan bisa menjadi daya tarik agar masyarakat datang ke taman. Jika itu bisa terwujud, Taman Hutan Kota Batu diharapkan bisa menjadi alternatif pilihan warga atau wisatawan untuk berwisata.

“Tidak hanya itu, bagaimana tempat ini menjadi daya tarik kedua setelah Alun-alun. Ketika ini menjadi daya tarik, itu akan menguntungkan secara ekonomi juga,” kata politisi Nasdem itu.

Kepala DLH Kota Batu, Arief Setyawan mengatakan pihaknya menerima setiap masukan yang disampaikan legislatif. Khususnya Taman Hutan Kota Batu yang memiliki luas 1,2 hektar.

Penataan Taman Perlu Dilakukan

Penataan Taman Hutan Kota Batu ini memang perlu dilakukan untuk menarik animo kunjungan masyarakat. Sehingga bisa mengurai tumpukan masyarakat yang selama ini terpusat di Alun-alun Kota Batu. Menurutnya, perlu spot baru yang ditempatkan di Taman Hutan Bondas itu.

“Saya terima kasih sekali terhadap masukan dari legislatif. Mulai tenaga ahli taman dan butuh perbaikan taman yang ada di Kota Batu sehingga targetnya kunjungan wisata. Kami akan percantik lagi,” kata Aries.

Ia pun sepaham dengan usulan dewan terkait pengkayaan tanaman khususnya tanaman toga. Memang saat ini tidak ada tanaman toga di Taman Hutan Kota Batu, padahal konsepnya adalah taman sehat. Adanya adalah fasilitas olahraga dan bermain untuk anak-anak.

“Akan kami realisasikan untuk tahun ini, kalau kebutuhan anggarannya kurang, akan kami ajukan lagi ke legislatif. Nanti, pengadaan tanaman baru sesuai masukan dari DPRD. Penganggaran baru lagi kalau memang cukup waktunya, kalau kurang, kami ajukan lagi,” imbuhnya.

Aries belum bisa menyebutkan berapa anggaran yang dipatok untuk perawatan taman di Kota Batu. Alasannya, karena DPA-nya belum selesai.

Aries hanya menyebutkan kalau angkanya berada di nilai ratusan juta, tidak sampai miliaran. Di Kota Batu ada 55 taman termasuk Alun-alun. Jumlah luasan taman se-Kota Batu adalah 267 ribu meter persegi.(wok/aka)