Demo Omnibus Law Tugu Pahlawan Surabaya, Dikecoh Aksi Copet dan Lempar Botol ke Polisi

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA–  “Hoi..siapa kamu. Prak..! Beberapa botol air mineral meluncur mengenai polisi sabhara Polrestabes Surabaya.

Aksi unjuk rasa serikat buruh se Jawa Timur, menolak Omnibus Law dimulai dari sektor federasi Gresik. Orasi baru sekian larik digaungkan sudah terjadi keributan. Ada “penumpang gelap” di aksi ini.

Baca Juga

Ratusan anak – anak usia belasan tahun berkaos hitam menyangklong tas kecil melempari aparat dengan botol air mineral.

Polisi langsung mengamankan seorang provokator. Lainnya lari tunggang langgang dikejar aparat.

Dengan sigap Sekber Gresik gabungan serikat pekerja menghentikan orasi dan mematikan sound sistem. 

Massa pun minggir menarik diri berlindung mencari tempat teduh. Aksi istirahat sesaat.

Sekira pukul 13.55, terik matahari tepat di ubun – ubun. Ribuan massa serikat pekerja gabungan berbagai daerah di Jawa Timur mulai berdatangan, berkumpul di depan Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, Kamis (8/10/2020).

Ratusan motor dengan suara kenalpot brong digeber. Ribuan lainnya jalan kaki menuju titik kumpul aksi tepat di gapura Tugu Pahlawan Surabaya.

Nan jauh di jarak 15 kilometer dari titik nol kilometer Surabaya ini tepatnya di Bundaran Waru, Sidoarjo, ribuan kendaraan peserta unjuk rasa antre merangsek menuju jantung Kota. Mereka tertahan beberapa jam karena jalan protokol Surabaya macet total.

Pantauan Nusadaily.com, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Eddison Isir, bersama perwira utama mengecek situasi. Massa mulai berjubel. Sepanjang jalan Pahlawan Surabaya sudah penuh. Sayup terdengar suara korlap aksi mengumumkan massa akan bergerak terlebih dahulu ke DPRD Provinsi Jatim yang berjarak 1 kilometer dari Kantor Gubernur Jatim ini.

“Ayo teman teman. Kita bergerak ke gedung DPRD Jatim. Hai… .diatur dulu. Komandonya. Aku gak weruh endi gedung DPRD ne. Gak tahu jalannya apa,” teriak orator aksi dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia.

Komando massa sempat bingung menentukan titik aksi. Mobil truk pengusung soundsistem dan komando aksi akhirnya diparkir di depan Kantor Gubernur Jawa Timur. Orasi pun dimulai. Awan meredup. Sinar api abadi sudah tidak terasa menyengat. 

Namun api perlawanan menolak Omnibus Law berkobar. Orator aksi mencatat bahwa tanggal 5 Oktober 2020, anggota DPR RI, telah menodai rakyat Indonesia.

“Yang menginisiasi RUU Cipta Kerja, adalah Pemerintah. Sekarang melupakan rakyat, DPR RI dan Pemerintah sudah membodohi rakyat. Kita masih ada waktu 27 hari lagi, kita akan bersuara sampai UU Ciptaker dibatalkan,” ujarnya.

Massa aksi bahkan mencurigai buzzer pemerintah bekerja, dan media mainstream telah memihak kepada Pemerintah. 

Orator aksi dari FSPMI Surabaya baru beberapa menit orasi ada insiden korek gas meledak. Sejurus kemudian ada massa bergerombol berlari larian mengejar seseorang,  mereka mengaku kehilangan HP. 

“Hai ada copet HP. ..awas hoi. Kejar arek iku,” ujar massa berusia belasan tahun itu.

Aksi kembali kondusif.  Massa aksi merapat kembali ke pinggir pagar kawat berduri, sejengkal dari barisan pagar betis Polwan.

Penjagaan tertutup dan terbuka dilakukan ratusan aparat Polrestabes Surabaya di depan Kantor Gubernur Jatim ini. Hingga pukul 14.50, aksi orasi masih berlangsung dan tak satupun unsur pemerintah dan DPRD Provinsi datang menemui.(ima/wan)

Post Terkait

banner 468x60