Demo Omnibus Law Jilid 2 Banyuwangi, Jemur Celana Dalam hingga Aksi Ricuh

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Ratusan pengunjuk rasa kembali turun jalan menyuarakan penolakan terhadap Undang – Undang Omnibus Law, Kamis 22 Oktober 2020. Masa menitikberatkan aksi di depan kantor Bupati Banyuwangi dan Gedung DPRD setempat. 

Baca Juga

Berbagai poster penolakan UU Cipta Kerja hingga celana dalam wanita dan pria mewarnai aksi unjuk rasa ini. Celana dalam tersebut ditempelkan layaknya jemuran di papan nama kantor Bupati Banyuwangi dan gedung parlemen.

“UU cipta kerja merupakan produk baru atas keotoriteran wajah rezim terkini. UU cipta kerja membuka jalan baru akan langgengnya penindasan dan sekaligus jalan baru akan sarat kepentingan oligarki,” kata salah satu orator.

Situasi mulai tidak kondusif, saat masa beraksi di depan Gedung DPRD. Masa mencoba menerobos masuk dengan mendorong pintu pagar di sebelah barat gedung wakil rakyat.

Kerasnya dorongan masa, membuat pintu pagar DPRD roboh dan menimpa tiga orang petugas kepolisian yang berjaga. Nampak juga dua orang demonstran ikut jatuh bersamaan dengan pagar.

Water Cannon yang disiagakan di lokasi langsung menyemprotkan air untuk membubarkan masa yang mulai rusuh. Mereka pun berhamburan menghindari semprotan water canon.

Beberapa demonstran mencoba membalas dengan melempar batu ke arah barisan hidup Brimob. Petugas terpaksa menembakan peluru gas air mata ke arah demonstran untuk meredam aksi anarkis tersebut. Bahkan beberapa demonstran diamankan polisi.

Massa akhirnya memilih mundur dan bergerak ke arah pertigaan Kampus Untag Banyuwangi menuju Kantor KPU yang berada di jalan KH Agus Salim. (ozi/aka) 

Post Terkait

banner 468x60