DAMRI Melaju di Kota Batu, Tour & Travel Layangkan Surat ke Dewan

  • Whatsapp
Damri
Bus DAMRI diluncurkan saat HUT ke-19 Kota untuk melayani dua trayek wisata Batu-Bromo dan wisata religi wali lima Batu-Tuban
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU– Pemkot Batu menyediakan dua trayek wisata Batu Bromo dan paket wisata religi wali lima Batu-Tuban. Trayek wisata ini diakomodir Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI). 

Dua bus mini telah disediakan untuk mengantarkan wisatawan ke dua tempat tujuan tersebut. Fasilitas moda transportasi darat itu telah diluncurkan bersamaan HUT ke-19 Kota Batu.

Baca Juga

Hadirnya moda transportasi darat ini di Kota Batu ternyata memantik kekhawatiran pelaku tour & travel. Beberapa pelaku bisnis travel wisata pun melayangkan surat ke DPRD Kota Batu untuk mengagendakan rapat dengar pendapat.

Mewakili pelaku travel lainnya, Zainudin merasa khawatir jika kebijakan dari Pemkot Batu ini mengancam keberlangsungan bisnisnya. Ia pun berharap legislatif bisa mendengar keluhan mereka saat agenda rapat dengar pendapat nanti.

“Semoga segera direspon oleh DPRD, kami hanya ingin menyampaikan keluh kesah dan aspirasi kami,” ujar dia dilansir Nusadaily.com.

Menurutnya, kebijakan Pemkot muncul secara sepihak dan terburu-buru tanpa ada kajian yang matang. Pihaknya, juga merasa bimbang dengan munculnya kebijakan ini. 

“Bisa berdampak buruk, omzet pasti akan menurun. Padahal saat ini pelaku wisata hanya bisa bertahan dan berusaha bangkit dalam kondisi pandemi,” ungkap dia.

Tentunya, yang paling merasakan dampaknya, yakni pelaku tour travel yang biasanya melayani perjalanan wisata tujuan Bromo. Apalagi selama pandemi, mereka hanya bisa beroperasi seminggu sekali. 

“Dengan adanya DAMRI kami terancam tidak tentu bisa jalan seminggu sekali,” ucap Zainudin. 

Selain itu dari biro perjalanan lokal yang membuka open trip, diperkirakan akan kalah bersaing dengan DAMRI. Apalagi mereka mendapat subsidi dari pemerintah. Sehingga harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan biro perjalanan.

“Dari sisi pemandu wisata juga begitu, dengan banyak paket wisata yang dibuat DAMRI, membuat gelisah para pemandu. Karena yang menjadi tour leader atau guidenya pasti dari pihak sana. Pertanyaanya apakah mereka juga sudah dibekali sertifikasi dan lisensi tour guide,” imbuhnya. 

Ketua DPRD Asmadi, mengatakan, pihaknya tak tahu secara teknis bentuk kerjasama yang dijalin Pemkot Batu dengan DAMRI. Ia berjanji, akan menangkap setiap aspirasi yang dilontarkan para pelaku wisata itu. Untuk itu pihaknya akan segera mengagendakan rapat dengar pendapat termasuk juga mengundang instansi.

“Waktu itu kami tidak tahu, tiba-tiba ada bus DAMRI yang digratiskan saat pandemi. Fasilitas ini resmi diluncurkan saat hari jadi Kota Batu,” tutur dia. (wok/wan)