Curi Ponsel di Salon, Ibu Tiga Anak Ditangkap Polisi

  • Whatsapp
ibu malang
Tersangka saat mengikuti pemeriksaan di Polresta Malang Kota.(istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Seorang ibu tiga anak, SD (30) terpaksaa berurusan dengan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Malang Kota. Warga Dusun Krajan, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglengi, Kabupaten Malang ini kedapatan telah melakukan pencurian ponsel.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo mengungkapkan, tersangka beraksi di sebuah salon yang terletak di Jalan Bayam Dalam, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (2/2/2021). Tersangka kedapatan mencuri ponsel Realme milik korban yang bernama Desi Purwanti (38).

Baca Juga

BACA JUGA: Curi Ponsel, Tukang Parkir Asal Kota Malang Diciduk Polisi

“Saat itu, tersangka berpura-pura hendak merapikan rambutnya. Namun, saat korban lengah dan kondisi sepi, ia mencuri ponsel milik korban yang berada di meja dapur. Setelah itu tersangka langsung kabur,” terang dia, Minggu (7/3/2021).

Mengetahui ponselnya hilang, korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Malang Kota. Atas laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, kami mendapat informasi kalau tersangka berinisial SD itu berada di kawasan Dusun Krajan. Selanjutnya, kami pun langsung bergerak dan menangkap tersangka,” jelas dia.

Dalam melakukan penangkapan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Berupa tiga buah ponsel dan satu sepeda motor Honda Beat.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata tersangka ini sebelumnya telah mencuri lima buah ponsel di empat lokasi berbeda. Yaitu mencuri ponsel Redmi di Jalan Garuda, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, mencuri ponsel Oppo di kawasan Wajak, Kabupaten Malang, mencuri ponsel Samsung J7 dan HP Samsung J5 di Bululawang, Kabupaten Malang dan mencuri ponsel Realme di Jl KH Malik Dalam, Kecamatan Kedungkandang,” papar Tinton.

Dalam melakukan aksinya, tersangka memanfaatkan kesempatan saat menjalankan pekerjaannya, yakni menjual baju secara online.

“Tersangka memanfaatkan kesempatan saat mengantar baju daganganya ke pembeli, tersangka akan melihat kondisi rumahnya. Saat sepi dan dirasa aman, ia akan memasuki rumah dan mencuri ponsel,” ungkap dia.

Tinton menambahkan, beberapa ponsel yang dicuri, telah dijual oleh tersangka.

BACA JUGA: Pandemi, Kurir Narkoba di Kota Malang Meningkat

“Sebagian ponsel yang dicuri, telah dijual oleh tersangka. Dan tersangka mengaku, mencuri karena terdesak faktor ekonomi,” imbuh dia.

Akibat perbuatannya itu, tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP. “Dengan ancaman hukuman penjara, maksimal tujuh tahun,” pungkas dia.(nda/lna)