Curah Hujan Tinggi Berpotensi Rusak Tanaman Tembakau di Magetan

  • Whatsapp
Ilustrasi - Seorang pekerja mengangkut tembakau Virginia VO yang baru dipanen di sentra tembakau di Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro. (ANTARA/Slamet Agus Sudarmojo)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Kondisi curah hujan yang tinggi selama beberapa pekan terakhir hingga menyebabkan bencana banjir di sejumlah daerah berpotensi merusak tanaman tembakau di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Magetan Siswanto mengatakan faktor cuaca berpotensi merusak produksi panen tembakau di Magetan, karena tembakau akan tumbuh maksimal jika cukup mendapat sinar matahari.

Baca Juga

BACA JUGA : Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai di Sumenep Melejit – Nusadaily.com

“Selain mengganggu sistem pertanian, hujan juga mempengaruhi proses pengeringan,” ujar Siswanto di Magetan, Minggu.

Tanaman tembakau yang sering terkena hujan akan layu pada bagian daunnya dan tidak dapat tumbuh subur,​​​​​​ bahkan bisa membusuk.

BACA JUGA : BPBD Lebak Ingatkan Masyarakat Waspada Banjir Akibat Curah Hujan Lebat – Imperiumdaily.com

APTI Magetan memperkirakan panen raya tembakau lokal tahun ini di Magetan bisa dilakukan pada bulan Juli. Diproyeksikan hasil panen dapat mencapai 240 ton dengan nilai sekitar Rp6,46 miliar.

Produksi panen sebesar 240 ton tersebut terbesar disumbang para petani tembakau di sentra terbanyak yakni Panekan sejumlah 55 ton. Disusul di wilayah Sidorejo sekitar 54,4 ton, dan Kecamatan Plaosan 50 ton. Sedangkan untuk Poncol, hasil panennya paling sedikit karena tidak banyak dijual ke pasaran, hanya berputar di kecamatan setempat.

BACA JUGA : Curah Hujan Tinggi Diklaim Jadi Biang Keladi Meroketnya Harga Cabai – Noktahmerah.com

Pertanian Tembakau

Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) mencatat hingga saat ini terdapat 407 hektare pertanian tembakau di Kabupaten Magetan.

Lokasinya tersebar di sembilan kecamatan dengan tiga varietas Tembakau Jawa yang ditanam para petani di Magetan. Yakni varietas Rejeb Parang, Andong Kuning, dan varietas Grompol Jatim.

Di Kecamatan Parang, petani menanam varietas Rejeb Parang yang merupakan varietas lokal. Sedangkan varietas Andong Kuning tersebar di Poncol, Plaosan, Sidorejo, dan Panekan.

Sementara varietas Grompol Jatim ditanam di Kecamatan Takeran, Bendo, Lembeyan, dan Kawedanan oleh petani yang bekerja sama dengan PT Pandu Sata Utama selaku perusahaan pemasok tembakau.(lal)