COVID-19 Ponorogo Bertambah Empat Kasus Baru

  • Whatsapp
covid-19 ponorogo
Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-PONOROGO- Di tengah tengah upaya keras Pemkab Ponorogo menanggulangi penyebaran dan penularan COVID-19, kasus justru bertambah di Kota Reog Ponorogo pada Sabtu 11 Juli 2020.

BACA JUGA: Hijau Orange Peta COVID-19 di Kota Reog Ponorogo

"
"

Baca Juga

"
"

Dalam keterangan tertulis kepada nusadaily.com, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni memberi penjelasan. Pemkab Ponorogo terus berupaya melakukan langkah-langkah percepatan penanggulangan COVID-19. Selama tiga hari terakhir ini telah dilakukan upaya tracing dan testing rapid test terhadap lebih dari 1.000 orang.

“Terdiri dari contact tracing kasus Panjeng, Patihan Kidul, PP GONTOR 2, dan kasus konfirm lainnya,” terang Bupati kepada induk imperiumdaily.com ini.

Pengambilan swab, lanjutnya, terhadap 166 orang yang merupakan kontak erat kasus Panjeng, Patihan Kidul, PP GONTOR 2, dan kasus terkonfirm lainnya. Selain itu upaya tracing dan testing tersebut, upaya lain dalm mempercepat penanganan COVID-19 di Kabupaten Ponorogo adalah sebagai berikut :

  • Menutup / memberlakukan isolasi di Jl. Godang (Patihan Kidul)
  • Melanjutkan isolasi Desa Panjeng (Jenangan)
  • Penambahan kapasitas perawatan di Rumah Sakit sebanyak 2 kali lipat
  • Menyiagakan ruang isolasi yang ada di desa-desa.

Lebih lanjut, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Ponpes Gontor yang telah mendedikasikan sebagian wismanya sebagai tempat isolasi santri / ustadz yang terindikasi untuk dilakukan isolasi.

Hari ini terdapat penambahan 4 kasus baru, sebagi laki-laki, usia 16 tahun, asal Batam. “Riwayat pasien ini adalah santri PP Gontor 2 yang datang dari Batam tanggal 17 Juni yang lalu. Saat datang dia membawa surat rapid test dengan hasil non reaktif. Pada tanggal 5 Juli, muncul gejala batuk, pilek, panas. Karena itu keluarganya yang dari Ngawi menjemput untuk diperiksakan lebih lanjut ke RS. Saat ini pasien dirawat di RS dr. Soeroto Ngawi, ” terangnya.

Pasien positif kedua seorang perempuan, 38 th, asal Desa Bangunsari. Pasien ini adalah kontak erat rekan sekantor dari kasus terkonfirm nomor 48, masih bagian dari kasus Ronowijayan.

Positif ketiga, lanjut Bupati, sebagai laki-laki, usia 22 tahun, sesuai KTP beralamat di Binade (Ngrayun), namun pasien ini berdomisili di Tugurejo (Slahung). Pasien ini adalah suami dari kasus konfirm nomer 47, yang dinyatakan sembuh 3 hari yang lalu.

“Pasien ke – 4, adalah seorang perempuan, 47 tahun, asal Desa Mlarak (Mlarak). Riwayat pasien ini sebelumnya bekerja di Surabaya sebagai baby sitter. Namun pada tanggal 5 Juli pasien pulang dari Surabaya naik travel, dan langsung menuju RSUD karena mengeluh demam, batuk, pilek. Hasil rontgent didapatkan pneumoni dan pemeriksaan PCR dinyatakan positif COVID-19,” ungkapnya lagi.

Hingga malam ini total kasus positif COVID-19 di Kabupaten Ponorogo, tembus 81 kasus, dengan catatan sembuh sebanyak 33 orang, kasus meninggal dunia 3 kasus, isolasi mandiri sebanyak 2 orang, isolasi shelter 9 orang dan isolasi di RS sebanyak 34 kasus.

Kabupaten Ponorogo masih dalam status zona orange. Diwajibkan untuk memperketat pelaksanaan protokol kesehatan. “Sering cuci tangan pakai sabun, pakai masker ketika berada di tempat umum dan berinteraksi dengan orang lain, jaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain, tingkatkan imunitas tubuh dengan olahraga dan gembira dan selalu berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah, semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua, ” pungkas Bupati Ipong Muchlissoni.(nto/cak)

Post Terkait

banner 468x60