Cegah Banjir, DPUSDA Malang Bakal Berdayakan Karung Plastik dan Kawat Bronjong

  • Whatsapp
banjir malang
epala DPUSDA Pemkab Malang, Avicenna Medisica Saniputera saat dimintai keterangannya di Peringgitan Pendopo Agung Jumat (5/2). (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Peristiwa banjir dan tanah longsor yang kerap melanda Kabupaten Malang belakangan ini, membuat Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPUSDA) merencanakan langkah strategis sebagai antisipasi. Yakni dengan memanfaatkan kurang lebih 200 karung plastik dan 200 kawat bronjong.

“Keadaan cuaca yang ekstrim, mengakibatkan beberapa titik di sepanjang Kabupaten Malang berpotensi banjir, fenomena ini kita kenal dengan sebutan iklim Hidrometeorologi. Maka kami inisiatif akan berdayakan karung plastik dan kawat bronjong untuk antisipasi musibah tersebut,” ungkap Kepala DPUSDA Pemkab Malang, Avicenna Medisica Saniputera saat dimintai keterangan di Peringgitan Pendopo Agung Jumat (5/2).

Baca Juga

BACA JUGA: 11 Rumah di Kalipare Kabupaten Malang Terendam Air, Ternyata Langganan Banjir

Pria yang dalam kesehariannya disapa Avi ini menyebutkan, fungsi kawat bronjong ini nantinya dapat menahan debit longsor di bibir sungai.

“Di bantaran sungai sementara akan kita fungsikan Bronjong, dan karung plastik ini akan diisi dengan pasir yang bermanfaat untuk membendung sementara waktu juga,” tandasnya.

Dirinya juga memaparkan tentang tahapan normalisasi saluran irigasi yang akan dilaksanakan, agar disekitaran sungai tidak terjadi banjir.

“Kita akan lakukan normalisasi irigasi, kita juga sudah koordinasi dengan Provinsi dan balai besar untuk melakukan normalisasi sungai, karena sungai itu ada yang masuk wewenang provinsi dan pusat,” terangnya.

Pihaknya menyarankan, untuk masyarakat Kabupaten Malang agar ikut berpartisipasi mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Dengan tidak membuang sampah sembarangan.

BACA JUGA: Longsor, Jalur Malang-Kediri via Pujon Tutup Total

Serta sekiranya jika ada benda asing yang dapat menyumbat aliran sungai dapat segera disingkirkan.

“Diharapkan masyarakat ikut berpartisipasi, jika dilihat di sungai ada kayu yang dinilai dapat menyumbat aliran air sungai supaya mengambilnya,” tutup Avi. (aje/lna)