Cari Pohon Loa untuk Dibonsai, Pria Mojokerto Hilang Terseret Arus

  • Whatsapp
Tim Sar gabungan melakukan proses pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Pikatan, Dusun Kedungrupit, Desa  Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. (din)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Seorang pria hanyut terseret arus Sungai Pikatan, di Dusun Kedungrupit, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto sejak kemarin, Jumat, 26 Maret 2021.

Kapolsek Jatirejo AKP Hendro Susanto mengatakan, korban tenggelam bernama M.Safi’i (24) warga Dusun/Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

“Proses pencarian korban masih terus dilakukan. Hingga kini korban belum ditemukan,” jelasnya, Sabtu, 27 Maret 2021.

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi kronologi kejadian mulanya berawal dari korban mengendarai motor Honda Beat S 4436 QL bersama rekannya Ayyub Zakaria (26) warga Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu mencari pohon loa untuk dijadikan bonsai di sekitar Sungai Pikatan, sekitar pukul 15.00 WIB kemarin.

Kemudian, saksi bersama korban akan menyeberangi sungai Pikatan berarus deras untuk mencari pohon bonsai. Ia dan rekannya mengikat tali tambang pada bagian badan masing-masing untuk menyeberangi sungai.

Celakanya, korban terpeleset batu kali yang licin hingga terbawa arus sungai. Rekan korban sudah berupaya menolongnya dengan menarik tali tambang namun dia tidak berdaya karema saking derasnya arus sungai.

“Sehingga saksi melepaskan ikatan tali di badannya dia berusaha melompat  menolong korban namun tidak mampu karena arus sungai,” ucap Hendro.

Hingga saat ini, Tim Sar gabungan dari Basarnas, BPBD Kabupaten Mojokerto dan potensi relawan Mojokerto masih melakukan upaya pencarian korban tenggelam.

Proses pencarian korban sempat terkendala arus sungai yang begitu deras dan air berwarna keruh sehingga menyebabkan minimnya jarak pandang. Tak hanya itu, banyak batu-batu cadas kali yang berada di aliran sungai tersebut.

Kedalaman sungai bervariasi diperkirakan sekitar empat meter hingga lebih dari lima meter. Petugas Tim Sar melakukan pencarian korban menyusuri sungai dengan menggunakan perahu karet.

Pencarian juga dilakukan dengan memakai peralatan pelampung untuk menyisir bagian sungai dalam radius di sekitar lokasi korban tenggelam.

Sampai berita ini ditulis, korban tenggelam terbawa arus Sungai Pikatan tak kunjung ditemukan. (din/kal)