Camat Kedungwaru Laporkan Wartawan Jatimtimes, Ini Tanggapan Pemimpin Redaksi Heryanto

  • Whatsapp
Camat Kedungwaru laporkan wartawan
Pemred Jatimtimes Heryanto.Foto: Jatimtimes for nusadaily.com
banner 468x60

TULUNGAGUNG – Camat Kedungwaru Hari Prastijo laporkan wartawan Jatimtimes. Pemimpin redaksi Jatimtimes Heryanto memberikan tanggapan. Laporan itu terkait dugaan pencemaran nama baik dengan dua pihak terlapor. Yakni ketua LSM Bintara dan Wartawan Jatimtimes, Anang Basso pada Senin (02/11/2020).

BACA JUGA: Camat Kedungwaru Tulungagung Laporkan LSM dan Wartawan karena Dugaan Pencemaran Nama Baik

Baca Juga

BACA JUGA: Ujian Perangkat Desa Bekerja Sama dengan Unibraw, Camat Kedungwaru Jamin Tidak Ada KKN

Pemred Jatimtimes Heryanto yang dikonfirmasi Nusadaily.com, Selasa (3/11/2020) menegaskan siap mengikuti proses hukum yang berjalan. Pihaknya tidak mempermasalahkan laporan yang dibuat oleh Camat Kedungwaru, atas produk jurnalistik medianya.

Heryanto mengaku, Jatimtimes telah menyiapkan pengacara untuk mendampingi proses hukum yang sedang berjalan.

“Pada prinsipnya kita tidak mempermasalahkanlaporan itu. Silahkan di runningkan undang-undang pers itu ada ketentuannya sendiri. Kalau polisi memanggil kita ya kita hadapi. Tapi apakah itu prosedural?,” tanyanya selaku penanggung jawab Jatimtimes.

Heryanto menyebut, dari kacamata pihaknya, berita yang ditulis oleh wartawan Jatimtimes sudah sesuai dengan prosedur penulisan berita. Dan upaya untuk melakukan cover both side sudah dilakukan. Walaupun jawaban dari panitia seleksi tidak memberikan komentar.

“Beritanya mas Anang itu sudah dikonfirmasi walaupun panitia tidak banyak berkomentar. Persoalan mereka tidak mau menjawab dan lain-lain itu urusan mereka. Cover both side itu upaya wartawan untuk menghadirkan keterangan yang berimbang terkait satu persoalan itu,” terangnya terkait Camat Kedungwaru laporkan wartawan Jatimtimes.

Heryanto menjelaskan, kalau nanti Polisi melakukan pemanggilan maka yang seharusnya dipanggil bukan wartawan Jatimtimes. Melainkan redaksinya atau penanggung jawab. Sebab selama ini yang dilaporkan adalah produk jurnalistik media.

Apalagi selama ini pihaknya belum pernah dimintai oleh pelapor hak jawab atas berita yang selama ini dimuat Jatimtimes.

“Polisi silahkan mengajukan dan kita siapkan pengacara dan pasti kita ikuti. Tapi jangan Anang nya yang dipanggil, karena inikan produk perusahaan, Jatimtimes. Jadi yang diadukan harusnya redaksi, kalau redaksinya ndak mengeluarkan, kan berarti ndak jadi keluar itu beritanya,” tegasnya.

Pihaknya juga mempersilahkan media lain melanjutkan menulis perihal ini. Karena Jatimtimes memastikan akan terus menulis laporan ini dan perkembangannya.

Wartawan Jatimtimes Anang Basso Sudah Lakukan Upaya Konfirmasi

Sementara itu, wartawan Jatimtimes Anang Basso juga memberikan keterangan kepada media ini. Ia membantah jika dirinya disebut tidak pernah melakukan konfirmasi sebelum menulis berita. Sejak berita pertama dan kedua ditulis.

Dirinya selalu mengkonfirmasikan tanggapannya kepada panitia seleksi perangkat desa. Itu dilakukan melalui pesan singkat Whatsapp, sebelum berita dimuat di Jatimtimes.

Namun tidak semua pesannya direspons, kalaupun direspons hanya dengan jawaban singkat sebelum dimuat di Jatimtimes.

“Yang pertama dijawab singkat, terus yang berita kedua ini malah tidak direspons,” ujar wartawan Jatimtimes ini.

Kemudian saat berita tersebut akan dikonfirmasikan kepada Bupati Tulungagung oleh ketua LSM Bintara, diri selaku wartawan Jatimtimes telah konfirmasi. Yakni kepada Camat Kedungwaru, Hari Prastijo. Namun Anang mengaku dirinya tidak mendapatkan jawaban atas materi berita yang akan ditulis.

Melainkan jawaban dari Camat atas konfirmasi Jatimtimes, memilih no comment dan akan menyerahkannya kepada Aparat Penegak Hukum (APH). Dengan alasan berita berita yang ditulis mengandung unsur penuduhan bahwa panitia melakukan kelalaian.

“Justifikasi yang dimaksud itu yang ada di tulisan itu yang menyampaikan kan bukan saya. Saya hanya menulis yang disampaikan nara sumber,” terangnya wartawan Jatimtimes wilayah Tulungagung ini.

Anang mengaku bingung dengan laporan yang mencatut namanya sebagai wartawan Jatimtimes. Sebab selama ini dirinya tidak pernah menulis nama camat Kedungwaru dalam beritanya.

Selama ini dirinya mengaku hanya menulis di Jatimtimes panitia seleksi perangkat Desa Majan kecamatan Kedungwaru Tulungagung.

“Legal standingnya dari mana, sayakan ndak pernah menyebut nama Camat Kedungwaru,” ungkapnya terkait laporan Camat untuk wartawan Jatimtimes.

Saat disinggung mengenai kemungkinan adanya judul berita Jatimtimes yang menyudutkan. Pihaknya dengan tegas mengakui bahwa judul merupakan kewenangan redaksi. Walaupun memang wartawan seperti dirinya memberikan usulan atas judul satu berita.

“Itukan kewenangan redaksi Jatimtimes, kalaupun ada usulan dari wartawan memang ada usulan tapikan tetap redaksi yang memilih,” lanjutnya.(fim/cak)