Butuh Penghematan, Trenggalek Rencanakan Bangun Pengolahan Limbah Medis

  • Whatsapp
Direktur RSUD Dr.Soedomo Trenggalek, dr. Sunarto
banner 468x60

NUSADAILY.COM-TRENGGALEK- Pengolaan limbah medis melibatkan pihak ketiga luar kota, membuat RSUD Dr Soedomo Trenggalek mengeluarkan anggaran sekitar Rp 1.2 miliar setiap tahun. DPRD Trenggalek menginginkan pendirian tempat pengolahan limbah medis sendiri di Kabupaten Trenggalek. 

Direktur RSUD Dr. Soedomo Trenggalek, dr. Sunarto mengaku, jika dibangun pengeloan limbah sendiri, pihaknya memastikan  pengelolaan limbah tidak mungkin dilakukan sendiri pihak rumah sakit sendiri. “Proses pemusnahan limbah medis selama ini selalu dibawa keluar kota, yaitu ke pihak ketiga di Mojokerto. Sehingga proses pemusnahan tersebut juga menyedot anggaran besar sekitar Rp 1,2 Miliar setiap tahun. Jumlah itu belum termasuk limbah medis yang berasal dari puskesmas maupun klinik di Trenggalek.” jelasnya.

Baca Juga

Jika di Kabupaten Trenggalek mempunyai fasilitas pemusnahan limbah medis sendiri, dipastikan bisa menghemat anggaran. Anggaran bisa digunakan untuk fasilitasi lain.

“Jika nantinya pemerintah daerah mendirikan tempat pemusnahan limbah medis sendiri, untuk pengelolaan harus dilakukan OPD lain yang membidangi. Pihak RSUD tidak mungkin mengelola sendiri,” ucapnya dilansir Nusadaily.com.

Sunarto menambahkan, rencana pendirian tempat pemusnahan limbah medis oleh pemerintah daerah tersebut, RSUD berperan sebagai konsumennya atau sebagai pengguna jasa. RSUD bukan sebagai pengelola atau supplier. Sehingga OPD harus segera merumuskan perencanaan ini. (aby/wan)

Post Terkait

banner 468x60