Bupati Jember Sebut 29 Tim Ahlinya Bukan Jejaring Sembarangan, Periksa Daftarnya

  • Whatsapp
tim ahli jember
Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati KH Muhamad Balya Firjaun Barlaman menyerahkan SK tentang Tim Ahli. (nusadaily.com/ Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember mengumumkan perekrutan 29 orang yang kemudian diresmikan dengan sebutan sebagai ‘Tim Ahli’. Sifat organ baru ini maupun asal personelnya lantaran dari luar pemerintahan menunjukkan perbedaan dibanding dengan keberadaan staf ahli yang memang sudah ada di Pemkab Jember.

Para Tim Ahli secara khusus diundang oleh Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati KH Muhamad Balya Firjaun Barlaman untuk diberi surat keputusan sekaligus berkesempatan makan malam bersama di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Kamis, 10 Juni 2021.

Baca Juga

BACA JUGA: Dirut PDAM Lepas Kursi Panas Walau Tampik Rumor Bersebarangan dengan Bupati Hendy

Usai acara seremonial, Bupati Hendy melontarkan pujian kepada Tim Ahli itu dengan menyebut bahwa mereka adalah orang-orang berpendidikan tinggi karena bergelar master, doktor, hingga profesor.

“Ada banyak. Tim Ahli ini punya jaringan yang bukan sembarangan,” kata Hendy menggambarkan kelebihan khusus para Tim Ahli.

Adapun tugas Tim Ahli diantarannya untuk membantu saran dan pemikiran kepada pemerintah. Selain itu, juga diminta memonitor setiap pelaksanaan program pembangunan.

BACA JUGA: Pakar: Gubernur Khofifah Hanya Beri Panduan, Bupati Hendy Disuruh Cari Sendiri Kekeliruannya

“Jember tidak bisa dikerjakan sendiri. Lebih baik dipikir bersama-sama. Mereka ini merasa terpanggil. Kemarin, 5 tahun Jember tertinggal,” ujar Hendy.

Dalam Tim Ahli tertera nama yang tidak asing di telinga publik, diantaranya mantan Rektor Universitas Jember (Unej), Moh. Hasan yang kini menjadi Rektor Universitas Moch. Sroedji.

Serta juga ada Prof. Yuli Witono, akademisi dari Unej yang pada tahun 2020 lalu saat Bupati Jember masih dijabat oleh Faida menjalani tugas selaku Ketua Kelompok Kerja program Pemkab Jember bertajuk ‘Satu Desa Satu Dosen’.

BACA JUGA: Buntut Dugaan Raibnya Dana Covid-19 Rp 107 M Temuan LHP-BPK, Pansus DPRD Jember Bakal Panggil Mantan Bupati Faida

“Harus dilaksanakan dengan inovasi, loncatan dan speed up yang beliau bilang. Perlu banyak terobosan yang tidak bertentangan dengan regulasi,” ucap Yuli.

Hanya 19 Tim Ahli yang menandatangani daftar hadir dalam acara tersebut. Berikut adalah nama-nama mereka:

  1. Yuli Witono
  2. Sudarko
  3. Jani Takarianto
  4. Moh. Ali Firmansyah
  5. Kris Hendrijanto
  6. M. Iqbal
  7. Nurul Hidayat
  8. Dewi Juwita K
  9. Luh Putu S
  10. Wiwin Sugih Utami
  11. Hadi Paramu
  12. Ahmad Maududie
  13. Juhanda
  14. Budi Setyono
  15. Yani
  16. Yudo
  17. Abdul Haris
  18. Priyo SW
  19. Moh. Hasan

Sejauh ini belum ada keterangan lebih lanjut dari Pemkab Jember terkait ada tidaknya sumber anggaran serta nominal honor untuk para tim ahli. Sebab, pengalaman sebelumnya sebanyak 100 orang dosen dari Unej yang terlibat program Satu Desa Satu Dosen tidak terbayarkan honornya seperti yang tertuang dalam SK Bupati tahun 2020 silam. (sut/lna)