Bupati Jember Baru Dituntut Harus Bisa Terima Kritik DPRD dan Rakyat

  • Whatsapp
hendy jember
Hendy Siswanto dan KH Mohamad Balya Firjaun Barlaman menyampaikan pesan usai unggul suara berdasarkan hasil quick count. (nusadaily.com/ Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Parlemen merespon pernyataan dari Paslon Hendy Siswanto – KH Mohamad Balya Firjaun Barlaman (Hendy-GusFirjaun) yang perolehan suaranya unggul, berjanji kedepan bakal memperbaiki hubungan antara eksekutif dengan legislatif.

Kamis, 10 Desember 2020, Wakil Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim menilai statement tersebut merupakan sinyal baik untuk direaksi secara positif.

Baca Juga

BACA JUGA: Hendy-Gus Firjaun Unggul Suara Pilkada Jember Versi Quick Count

“DPRD menyambut baik terpilihnya Pak Hendy dan Gus Firjaun. Sifatnya hubungan pemerintah dengan DPRD adalah kemitraan yang dalam UU nomor 23 tahun 2014 berarti saling memberi kontribusi terhadap pembangunan,” paparnya.

Namun demikian, bukan berarti dalam dinamika hubungan DPRD dengan pemerintah berjalan datar-datar saja. Sangat terbuka kemungkinan terjadi kritik dari parlemen kepada eksekutif.

Halim menegaskan, Bupati dan Wakil Bupati berikut aparaturnya jangan sampai anti terhadap kritik. Sebab, DPRD merupakan kelembagaan perwakilan sebagai representasi kepentingan rakyat.

“Seandainya pun ada kritik jangan dianggap sebagai sebuah kesalahan. Tapi, sebagai mencari solusi. Kritik yang dibangun oleh DPRD untuk menyempurnakan kebijakan yang akan dibuat oleh pemerintah,” tuturnya.

Legislator Partai Gerindra ini menambahkan, masyarakat Jember juga cenderung kritis. Sehingga, DPRD serta pemerintah juga harus siap menerima kritik dari kelompok masyarakat yang bisa saja muncul setiap saat.

Terpisah, Hendy yakin hasil perhitungan resmi KPU Jember nantinya bakal sama dengan quick count. Seperti yang dirilis LSI Denny JA, menunjukkan Hendy-Gus Firjaun berada di posisi teratas dengan perolehan 47,95% suara atau selisih lebih dari 17% dari pesaing terdekat Faida-Vian yang di kisaran 30,41%; dan jauh melampaui Paslon Salam-Ifan yang mendapat 21,64%.

“Alhamdulillah, selisihnya signifikan. Kami juga punya tim internal yang real count dan hasilnya tidak jauh berbeda,” ujar Hendy posko pemenangannya, Rabu, 9 Desember 2020 malam.

BACA JUGA: Penantang Unggul Suara Pantang Jumawa, Petahana Kalah Sudah Legawa

Setelah ditetapkan sebagai pemenang dan dilantik menjadi Bupati, Hendy juga berjanji bersama Wakil Bupati Gus Firjaun bakal merangkul semua pihak, termasuk paslon lawan politiknya. Hal terpenting lagi adalah memperbaiki hubungan Pemkab Jember dengan DPRD.

“Ini adalah kemenangan rakyat Jember yang ingin perubahan. Kita akan berkolaborasi dengan semua teman-teman pendukung dan yang tidak mendukung. Semuanya kerja bersama untuk Jember,” ujarnya.

Hendy-Firjaun maju di Pilkada diusung oleh Partai NasDem, Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat. Pesaingnya, Faida-Vian mencalonkan lewat jalur independen melalui surat dukungan masyarakat, serta Salam-Ifan dari PDIP, PKB, PAN, Partai Golkar, Partai Perindo, dan Partai Berkarya. (sut)